AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Penyaluran Kredit BNI Tumbuh 2,2 Persen di Kuartal I-2021

BANKING
Hafid Fuad/Koran Sindo
Senin, 26 April 2021 17:50 WIB
Kinerja pertumbuhan kredit BNI mencapai 2,2% year on year jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri.
Penyaluran Kredit BNI Tumbuh 2,2 Persen di Kuartal I-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melanjutkan tren kinerja positif di tengah proses pemulihan ekonomi nasional.  

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan kinerja perseroan di tengah tren penurunan suku bunga kredit untuk mendorong perekonomian nasional. 

Kinerja pertumbuhan kredit BNI mencapai 2,2% year on year jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri. Karena hingga kuartal 1 tahun 2021, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 559,33 triliun. 

"Pada kuartal pertama 2021, kami membukukan marjin bunga atau NIM yang membaik dari 4,5% di akhir tahun 2020 yang lalu menjadi 4,9%," ujar Royke dalam webinar di Jakarta, Senin (26/4/2021). 

Angka marjin tersebut dicapai dengan mengejar pertumbuhan DPK yang sehat demi upaya menjaga marjin bunga bersih (Net Interest Margin).  

Pada kuartal pertama 2021, perseroan mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,1% year on year (YoY) mencapai Rp 639,0 Triliun, terutama dikontribusikan oleh peningkatan giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 13,1% dan 12,9% YoY. Hal ini mempertegas posisi BNI sebagai salah satu franchise DPK yang kuat di industri. 

Sementara itu, di tengah kondisi perkonomian yang masih menantang di tiga bulan pertama tahun 2021, BNI merealisasikan pendapatan non bunga atau fee based income sebesar Rp 3,19 triliun. 

Pencapaian ini antara lain dikontribusikan dari recurring fee yang mencapai Rp 2,91 triliun atau tumbuh 9,4% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan recurring fee berasal dari komisi atas jasa transaksi perbankan seperti layanan cash management dan trade finance bagi segmen bisnis, serta layanan ATM, mobile banking, dan layanan elektronis atau e-channel lainnya di segmen ritel. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD