AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Penyaluran Kredit UMKM di Sumut Naik 5,2 Persen

BANKING
Wahyudi Aulia Siregar
Sabtu, 18 Desember 2021 06:30 WIB
Penyaluran kredit perbankan untuk UMKM di Sumut capai Rp61,47 trilun hingga Oktober 2021.
Penyaluran Kredit UMKM di Sumut Naik 5,2 Persen (Dok.MNC Media)
Penyaluran Kredit UMKM di Sumut Naik 5,2 Persen (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Penyaluran kredit perbankan untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara hingga Oktober 2021 telah mencapai Rp61,47 triliun. Tumbuh sekitar 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penyaluran kredit ini menjadi salah satu sinyalemen mulai kembali menggeliatnya perekonomian masyarakat. Apalagi porsi porsi kredit UMKM tersebut cukup besar terhahdap total penyaluran kredit di Sumut, sehingga pertumbuhan ini menjadi salah satu penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi di daerah itu.

Direktur Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Untung Santoso, mengatakan, porsi kredit UMKM mencapai 28,08% dari total penyaluran kredit di Sumatera Utara. Porsi itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi Oktober 2020 sebesar 26,76%.

"OJK optimis pemberian kredit perbankan pada sektor UMKM yang ditargetkan oleh Presiden RI pada tahun 2024 sebesar 30% akan dapat tercapai dan terlampaui di wilayah Sumut," katanya, Jumat (17/12/2021).

Untung mengatakan, di saat kredit perbankan Sumut dapat didorong untuk bertumbuh, profil risiko perbankan juga tetap dapat dijaga dengan baik. Hal itu tercermin dari rasio NPL gross yang dapat turun hingga di bawah 3%, yaitu sebesar 2,73%. Penurunan tersebut seiring dengan semakin melandainya restrukturisasi kredit Covid-19 di Sumut.

Secara umum, kata Untung, stabilitas sistem keuangan Sumut per Oktober 2021 terjaga dengan baik sehingga dapat terus berperan dalam mendorong pemulihan ekonomi Sumut. Terlihat dari kinerja penyaluran kredit perbankan yang sudah menunjukkan pertumbuhan positif, peningkatan penyaluran pembiayaan pada lembaga pembiayaan non bank, profil risiko kredit yang terjaga dengan baik, pemulihan sektor asuransi, dan aktivitas pasar modal yang terus berkembang dengan pesat.

Per Oktober 2021, sektor perbankan di Sumut yang terdiri dari dua bank berkantor pusat, 55 bank berkantor cabang, dan 54 BPR/BPRS melanjutkan pertumbuhan positif double digit dari sisi aset sebesar 10,33% menjadi Rp316,34 triliun dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,77% (yoy) menjadi Rp292,54 triliun. Penyaluran kredit yang tercatat sebesar Rp220,43 triliun juga sudah mulai memperlihatkan trend peningkatan, dengan pertumbuhan positif sebesar 0,34%. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD