sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

SMBC (BTPN) Lepas Portofolio Kredit Pensiunan kepada BBTN Senilai Rp19,9 Triliun

Banking editor Rahmat Fiansyah
25/05/2026 14:35 WIB
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) sepakat melepas portofolio kredit untuk segmen pensiunan dan calon pensiunan kepada BBTN senilai Rp19,9 triliun.
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) sepakat melepas portofolio kredit untuk segmen pensiunan dan calon pensiunan kepada BBTN senilai Rp19,9 triliun. (Foto: Ist)
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) sepakat melepas portofolio kredit untuk segmen pensiunan dan calon pensiunan kepada BBTN senilai Rp19,9 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) sepakat melepas portofolio kredit untuk segmen pensiunan dan calon pensiunan kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN). Portofolio kredit tersebut dikelola dan disalurkan melalui PT TASPEN (Persero) dan ASABRI.

Bank SMBC dan BTN resmi menandatangani dua perjanjian  pada 22 Mei 2026. Keduanya yakni Perjanjian Pengalihan Portofolio Bersyarat (Conditional Portfolio Transfer Agreement atau CPTA) di mana SMBC setuju untuk menjual dan mengalihkan portofolio pinjaman sehubungan dengan pensiunan dan pra-pensiunan yang dikelola oleh TASPEN kepada BTN selaku pembeli.

Kedua, Perjanjian Pengalihan Aset Pinjaman Bersyarat (Conditional Loan Asset Transfer Agreement atau CLATA) di mana SMBC setuju untuk menjual dan mengalihkan aset pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan yang dikelola oleh ASABRI dan dana pensiun lainnya.

CPTA dan CLATA itu merupakan rangkaian transaksi yang akan dilaksanakan. Kedua dokumen tersebut mengatur mulai dari objek transaksi hingga syarat-syarat pendahuluan yang wajib dipenuhi sebelum penyelesaian transaksi.

"Total nilai transaksi CPTA dan transaksi CLTA adalah sebesar Rp19,9 triliun atau setara dengan 46,3 persen nilai ekuitas perseroan per 31 Desember 2025," kata Sekretaris Perusahaan SMBC, Eneng Yulie Andriani dalam keterbukaan informasi, Senin (25/5/2026).

Dengan pengalihan portofolio tersebut, nantinya BTN akan mengelola pinjaman untuk ASN dan TNI/Polri yang mendekati masa pensiun dan pensiunan yang disalurkan lewat TASPEN dan ASABRI. Langkah ini cukup strategis bagi kedua bank di mana SMBC berniat mengurangi eksposur pada bisnis pensiunan abdi negara.

Sementara itu, BTN yang merupakan bagian dari Himbara memilih ekspansi ke segmen tersebut untuk memperbesar aset kredit sekaligus diversifikasi di luar KPR. Segmen ini dinilai bersifat captive market karena pembayaran cicilan umumnya dipotong langsung dari gaji maupun manfaat pensiun bulanan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement