Merespons permintaan tersebut, Thomas langsung menunjukkan surat resmi di tengah rapat sebagai bukti validitas pengunduran dirinya dari struktur maupun keanggotaan partai.
"Resmi Pak, resmi dari surat pengunduran diri saya dan dari DPP Gerindra," ujar Thomas sambil menunjukkan dokumen tersebut.
Selain isu politik, Muhidin sempat menyinggung soal tren nilai tukar yang merosot dan rencana redenominasi (penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengurangi daya beli). Menjawab hal ini, Thomas menilai bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama.
Terkait redenominasi, ia menekankan pentingnya sosialisasi yang matang agar masyarakat tidak terpengaruh secara psikologis atau salah mengartikan kebijakan tersebut sebagai pemotongan nilai uang (sanering).
Langkah Thomas yang menanggalkan status kepartaiannya ini dinilai sebagai upaya serius untuk memenuhi syarat Undang-Undang Bank Indonesia yang menuntut integritas dan independensi dewan gubernur dari pengaruh kepentingan politik praktis.
(Febrina Ratna Iskana)