AALI
9825
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1435
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2970
ADHI
1040
ADMF
7700
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
320
AGII
1485
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4180
AKSI
414
ALDO
965
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27922.34
-0.38%
-107.23
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

BSDE Optimis Insentif DP Nol Persen Bikin Industri Properti Tumbuh di 2021

ECONOMIA
Senin, 01 Maret 2021 07:30 WIB
Kebijakan pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) yang menerapkan pembayaran uang muka (DP) menjadi nol persen menumbuhkan optimisme di sektor properti.
BSDE Optimis Insentif DP Nol Persen Bikin Industri Properti Tumbuh di 2021. (Foto: MNC Media)
BSDE Optimis Insentif DP Nol Persen Bikin Industri Properti Tumbuh di 2021. (Foto: MNC Media)

IDXCHannel - Kebijakan pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) yang menerapkan pembayaran uang muka (DP) menjadi nol persen menumbuhkan optimisme di sektor properti. Salah satunya datang dari PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang fokus pada pertumbuhan bisnis organik sepanjang 2021.

Emiten bagian dari Sinar Mas Land ini optimis program insentif dari pemerintah dapat menumbuhkan industri properti di tahun ini.

“Kami memandang prospek industri properti kian membaik di 2021. Terlebih pemerintah telah memberikan beragam insentif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, termasuk properti," Direktur PT Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (1/3/2021).

Hermawan menambahkan, sangat mengapresiasi kebijakan tersebut, seperti kebijakan Uang Muka 0 persen untuk pembelian hunian, bahkan pemerintah menghapus pencairan bertahap sehingga pencairan bisa dilakukan sekaligus dari nilai KPR. Kebijakan tersebut sangat membantu bagi calon pembeli maupun pengembang.

Menurutnya, beragam kebijakan tersebut akan meringankan para pembeli properti yang hendak membeli properti secara kredit dan bagi pengembang untuk meningkatkan kemampuan modal dan cashflow selama masa New Normal.

“Tahun ini kami akan memaksimalkan angka penjualan dari penjualan unit/lot properti yang kami miliki (organic growth). Untuk kawasan residensial kami menargetkan pra-penjualan Rp4,4 triliun. Sedangkan segmen kawasan komersial akan ditopang oleh penjualan apartemen dan ruko senilai Rp1,6 triliun," tambahnya.

Hermawan menyebut, selain fokus pada pertumbuhan secara organik, juga terbuka untuk pertumbuhan secara an-organik jika secara bisnis menguntungkan dan memberikan nilai lebih kepada pemegang saham. 

Kawasan residensial yang ditargetkan memberikan kontribusi positif adalah: BSD City, Nava Park dan The Zora di BSD City, Grand Wisata, Kota Wisata, Grand City Balikpapan, Taman Banjar Wijaya dan Legenda Wisata. 

Adapun di kawasan komersial yang ditargetkan memberikan kontribusi positif antara lain: kawasan komersial BSD City, Apartment The Element, Apartment Southgate, Apartment Akasa dan Upper West di BSD City, Apartment Aerium dan Klaska Residence.

BSD City merupakan flagship project Sinar Mas Land di Indonesia yang berada dalam pengelolaan BSDE. Saat ini sudah memasuki tahap 3 dengan luas lahan yang dikelola mencapai 2.450ha dari total 5.950ha kawasan BSD City.

Sebelumnya, BSD City telah mengembangkan Tahap I seluas 1.500ha dan Tahap II seluas 2.000ha. Kawasan seluas setengah kota Paris ini terdiri atas kawasan perumahan dan kawasan niaga terpadu. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD