AALI
11175
ABBA
98
ABDA
7025
ABMM
750
ACES
1565
ACST
354
ACST-R
0
ADES
1700
ADHI
1315
ADMF
8450
ADMG
175
ADRO
1175
AGAR
416
AGII
1260
AGRO
1165
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
82
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3720
AKSI
760
ALDO
440
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
334
Market Watch
Last updated : 2021/03/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.18
-0.26%
-1.33
IHSG
6248.47
-0.16%
-10.28
LQ45
940.24
-0.12%
-1.13
HSI
28540.83
-1.92%
-557.46
N225
28743.25
-0.42%
-121.07
NYSE
0.00
-100%
-14959.40
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,365
Emas
784,444 / gram

Otomotif & Properti Nol Persen Pajak, Apindo Optimis Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

ECONOMICS
iNews.id
Selasa, 23 Februari 2021 07:45 WIB
Pemerintah akan memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1.500 cc.
Otomotif & Properti Nol Persen Pajak, Apindo Optimis Konsumsi Rumah Tangga Meningkat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik kebijakan relaksasi di sektor otomotif dan properti. Langkah ini dinilai bisa menggerakkan kembali ekonomi yang tertekan akibat pandemi Covid-19. 

"Tentunya sangat bagus, pasti akan menggerakkan daya beli masyarakat, sehingga perekonomian juga akan bergerak," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani di Jakarta  Senin (22/2/2021). 

Sebelumnya, pemerintah akan memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1.500 cc. Kebijakan ini diperkuat dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunkan ketentuan uang muka menjadi 0 persen untuk kredit kendaraan dan properti. 

Menurut Hariyadi, keputusan tersebut akan berdampak cukup luas karena menyasar kelompok masyarakat menengah, menengah ke bawah, dan menengah ke atas. "Mereka yang memang memiliki daya beli,” imbuh dia. 

Dirinya optimitis daya beli rumah tangga akan membaik lewat kebijakan ini, sehingg akhirnya pemulihan ekonomi nasional akan terjadi. Namun, dia juga meminta langkah itu dibarengi pengendalian pandemi. 

"Ketika kasus Covid-19 semakin menurun, kebijakan bidang ekonomi yang ditetapkan akan lebih cepat diimplementasikan dan dampaknya dapat dirasakan secara maksimal," ujarnya. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD