AALI
8500
ABBA
230
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1395
ACST
246
ACST-R
0
ADES
1935
ADHI
985
ADMF
8200
ADMG
165
ADRO
1325
AGAR
408
AGII
1160
AGRO
1105
AGRO-R
0
AGRS
458
AHAP
66
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
234
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
515
ALDO
925
ALKA
244
ALMI
252
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.90
-0.78%
-3.74
IHSG
6080.38
-0.25%
-15.11
LQ45
895.89
-0.64%
-5.75
HSI
28842.13
0.36%
+103.23
N225
29161.80
0.74%
+213.07
NYSE
16694.93
0.26%
+43.53
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,200
Emas
848,284 / gram

Otomotif & Properti Nol Persen Pajak, Apindo Optimis Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

ECONOMICS
iNews.id
Selasa, 23 Februari 2021 07:45 WIB
Pemerintah akan memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1.500 cc.
Otomotif & Properti Nol Persen Pajak, Apindo Optimis Konsumsi Rumah Tangga Meningkat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik kebijakan relaksasi di sektor otomotif dan properti. Langkah ini dinilai bisa menggerakkan kembali ekonomi yang tertekan akibat pandemi Covid-19. 

"Tentunya sangat bagus, pasti akan menggerakkan daya beli masyarakat, sehingga perekonomian juga akan bergerak," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani di Jakarta  Senin (22/2/2021). 

Sebelumnya, pemerintah akan memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1.500 cc. Kebijakan ini diperkuat dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunkan ketentuan uang muka menjadi 0 persen untuk kredit kendaraan dan properti. 

Menurut Hariyadi, keputusan tersebut akan berdampak cukup luas karena menyasar kelompok masyarakat menengah, menengah ke bawah, dan menengah ke atas. "Mereka yang memang memiliki daya beli,” imbuh dia. 

Dirinya optimitis daya beli rumah tangga akan membaik lewat kebijakan ini, sehingg akhirnya pemulihan ekonomi nasional akan terjadi. Namun, dia juga meminta langkah itu dibarengi pengendalian pandemi. 

"Ketika kasus Covid-19 semakin menurun, kebijakan bidang ekonomi yang ditetapkan akan lebih cepat diimplementasikan dan dampaknya dapat dirasakan secara maksimal," ujarnya. (Sandy)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD