AALI
9650
ABBA
294
ABDA
6325
ABMM
1395
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3600
ADHI
810
ADMF
7575
ADMG
193
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1440
AGRO-R
0
AGRS
165
AHAP
69
AIMS
376
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
805
AKSI
690
ALDO
1360
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.07
-1.23%
-6.23
IHSG
6565.65
-1.19%
-79.40
LQ45
936.91
-1.17%
-11.10
HSI
24129.48
-0.37%
-88.55
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,852 / gram

Otomotif & Properti Nol Persen Pajak, Apindo Optimis Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

ECONOMICS
iNews.id
Selasa, 23 Februari 2021 07:45 WIB
Pemerintah akan memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1.500 cc.
Otomotif & Properti Nol Persen Pajak, Apindo Optimis Konsumsi Rumah Tangga Meningkat (FOTO: MNC Media)
Otomotif & Properti Nol Persen Pajak, Apindo Optimis Konsumsi Rumah Tangga Meningkat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik kebijakan relaksasi di sektor otomotif dan properti. Langkah ini dinilai bisa menggerakkan kembali ekonomi yang tertekan akibat pandemi Covid-19. 

"Tentunya sangat bagus, pasti akan menggerakkan daya beli masyarakat, sehingga perekonomian juga akan bergerak," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani di Jakarta  Senin (22/2/2021). 

Sebelumnya, pemerintah akan memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil di bawah 1.500 cc. Kebijakan ini diperkuat dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunkan ketentuan uang muka menjadi 0 persen untuk kredit kendaraan dan properti. 

Menurut Hariyadi, keputusan tersebut akan berdampak cukup luas karena menyasar kelompok masyarakat menengah, menengah ke bawah, dan menengah ke atas. "Mereka yang memang memiliki daya beli,” imbuh dia. 

Dirinya optimitis daya beli rumah tangga akan membaik lewat kebijakan ini, sehingg akhirnya pemulihan ekonomi nasional akan terjadi. Namun, dia juga meminta langkah itu dibarengi pengendalian pandemi. 

"Ketika kasus Covid-19 semakin menurun, kebijakan bidang ekonomi yang ditetapkan akan lebih cepat diimplementasikan dan dampaknya dapat dirasakan secara maksimal," ujarnya. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD