AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

DP KPR Nol Persen Bisa Ciptakan Sentimen Positif untuk Emiten Properti

ECONOMIA
Jum'at, 19 Februari 2021 18:45 WIB
Demi mendorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, BI dan OJK memberikan kebijakan relaksasi untuk mendorong kredit kendaraan dan rumah.
DP KPR Nol Persen Bisa Ciptakan Sentimen Positif untuk Emiten Properti. (MNC Media)

IDXChannel - Demi mendorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kebijakan relaksasi untuk mendorong kredit. Kebijakan ini diberikan untuk sejumlah sektor, mulai dari kendaraan hingga properti yang akan berlaku mulai 1 Maret 2021 nanti.

Bagi sektor properti, kebijakan kredit beragun rumah tinggal. Kebijakan ini untuk meningkatkan efektivitas penerapan relaksasi prudensial yang telah dikeluarkan pada tahun 2018 yang belum secara optimal diterapkan untuk mendukung program sejuta rumah.

Senior Fund Manager Pacific Capital Investment, Parningotan Julio, menyebut, dengan adanya relaksasi sektor properti akan membantu sektor tersebut yang dalam beberapa tahun ini cenderung agak lesu.

"Dengan adanya sentimen seperti ini bisa menjadi sentimen yang positif untuk sektor properti. Dari sisi perumahan yang menengah ke bawah masih cukup laku. Nah, dengan demikian kalau seandainya ada relaksasi harusnya yang paling kuat membantu untuk meningkatkan penjualan mereka," ujar Parningotan dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Jumat (19/2/2021).

Dengan adanya relaksasi tersebut turut mempengaruhi pergerakan saham sektor properti hari ini, seperti saham Ciputra Development (CTRA) naik 4,91 persen dan Summarecon Agung (SMRA) naik 5,75 persen. Namun, sebaiknya investor perlu menunggu penjualan sektor properti terlebih dahulu sebelum para investor membeli saham-saham sektor properti.

"Harusnya sih perlu untuk menunggu dari penjualannya seiring dengan relaksasi atau stimulus ini, namun secara umum harusnya untuk kelas yang lumayan menengah ke bawah yang bukan premium harusnya ini menjadi sentimen positif, apalagi kalau kita lihat sekarang kebanyakan proyeknya ke situ," ucapnya.

Adapun kebijakan terkait bobot risiko ATMR kredit beragun rumah tinggal yang granular dan ringan tergantung pada rasio Loan to Value (LTV). Berikut rinciannya:
Uang Muka 0-30 persen (LTV ≥70 persen): ATMR 35 persen.
Uang Muka 30-50 persen (LTV 50-70 persen): ATMR 25 persen.
Uang Muka ≥ 50 persen (LTV ≤ 50 persen): ATMR 20 persen. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD