AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Pemerintah Siapkan 76 Juta Vaksin untuk Pekerja dan Lansia

ECONOMIA
Senin, 22 Februari 2021 12:30 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menjalankan program vaksinasi tahap dua.
Pemerintah Siapkan 76 Juta Vaksin untuk Pekerja dan Lansia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan akan fokus pada dua hal dalam memperkuat implementasi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tahap dua yang akan dimulai 23 Februari hingga 8 Maret 20210. 

Dikutip program Market Opening IDX Channel, Senin (22/2/2021), Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menjalankan program vaksinasi tahap dua. Program vaksinasi kali ini juga akan menyasar kelompok pekerja publik dan lanjut usia atau lansia.

Selain itu, Kemenkes juga akan memperkuat pelaksanaan testing dan tracking kasus Covid-19.

Budi memperkirakan, vaksinasi tahap dua ini akan membutuhkan sekitar 76 juta dosis vaksin yang diperuntukan bagi sekitar 38 juta orang pekerja publik dan lansia. Pemerintah sendiri menargetkan, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua akan berakhir pada Juni 2021 mendatang.

Sementara itu, fokus kedua yaitu penguatan implementasi 3T. Di mana Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan sistem penelusuran yang sudah dilakukan pendistribusian alat rapid test antigen.

Sementara itu, mulai hari ini, Senin (22/2/2021) Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan tenaga tracing tambahan sebanyak 5 ribu orang yang terdiri dari anggota TNI dan Polri yang sudah dilatih. Dengan demikian, jumlah tersebut akan menambahkan jumlah tenaga tracer yang sudah disiapkan oleh BNPB. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD