AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1815
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1005
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23466.39
-1.26%
-300.30
N225
27924.96
-0.37%
-104.61
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Pemerintah Siapkan 76 Juta Vaksin untuk Pekerja dan Lansia

ECONOMIA
Senin, 22 Februari 2021 12:30 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menjalankan program vaksinasi tahap dua.
Pemerintah Siapkan 76 Juta Vaksin untuk Pekerja dan Lansia. (Foto: MNC Media)
Pemerintah Siapkan 76 Juta Vaksin untuk Pekerja dan Lansia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan akan fokus pada dua hal dalam memperkuat implementasi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tahap dua yang akan dimulai 23 Februari hingga 8 Maret 20210. 

Dikutip program Market Opening IDX Channel, Senin (22/2/2021), Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menjalankan program vaksinasi tahap dua. Program vaksinasi kali ini juga akan menyasar kelompok pekerja publik dan lanjut usia atau lansia.

Selain itu, Kemenkes juga akan memperkuat pelaksanaan testing dan tracking kasus Covid-19.

Budi memperkirakan, vaksinasi tahap dua ini akan membutuhkan sekitar 76 juta dosis vaksin yang diperuntukan bagi sekitar 38 juta orang pekerja publik dan lansia. Pemerintah sendiri menargetkan, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua akan berakhir pada Juni 2021 mendatang.

Sementara itu, fokus kedua yaitu penguatan implementasi 3T. Di mana Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan sistem penelusuran yang sudah dilakukan pendistribusian alat rapid test antigen.

Sementara itu, mulai hari ini, Senin (22/2/2021) Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan tenaga tracing tambahan sebanyak 5 ribu orang yang terdiri dari anggota TNI dan Polri yang sudah dilatih. Dengan demikian, jumlah tersebut akan menambahkan jumlah tenaga tracer yang sudah disiapkan oleh BNPB. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD