AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Prospek Industri Nikel Akan Stabil dalam Jangka Pendek Menengah

ECONOMIA
Senin, 22 Februari 2021 16:45 WIB
Perlombaan industri otomotif untuk membuat mobil listrik, atau dikenal sebagai electronic vehicle (EV) akan memberikan dampak positif bagi industri nikel.
Prospek Industri Nikel Akan Stabil dalam Jangka Pendek Menengah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perlombaan industri otomotif untuk membuat mobil listrik, atau dikenal sebagai electronic vehicle (EV) akan memberikan dampak positif bagi industri nikel. Sebab, keberadaan EV akan menghasilkan permintaan yang tinggi untuk stainless steel dan baterai kendaraan listrik dalam jangka menengah.

Melihat hal itu, analis PT Pefindo, Martin Pandiangan, menilai prospek industri nikel di Indonesia akan stabil dalam jangka pendek ke menengah.

"Menurut pandangan kami, ini didukung oleh kombinasi dari permintaan yang tinggi terhadap berbagai produk nikel untuk memenuhi kebutuhan global terhadap stainless steel dan juga baterai kendaraan listrik dalam jangka menengah, serta posisi Indonesia sebagai produsen terbesar nikel primer," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (22/2/2021).

Martin melanjutkan, dorongan dalam bentuk regulasi pemerintah untuk menciptakan industri hilir nikel juga menegaskan bahwa industri nikel domestik adalah salah satu prioritas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Kami memandang posisi Indonesia dalam pasar nikel global adalah penting, mengingat Indonesia berada di jalur yang tepat saat ini untuk menggantikan China sebagai produsen nickel pig iron (NPI) terbesar di dunia dengan cakupan 27% terhadap pasar global," jelasnya.

Menurut dia, implementasi dari larangan ekspor bijih nikel di awal tahun 2020 dan berlakunya omnibus law belakangan ini telah mengganggu pasokan logam global. Namun hal tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi di dalam proyek hilir yang akan mendorong sumber sumber baru pasokan nikel global.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi global pasca pandemi Covid-19 dapat membatasi permintaan dan menghambat beberapa ekspansi proyek yang sedang dikerjakan. "Kami juga melihat beberapa tindakan strategis dari beberapa pemain untuk mengamankan pasokan bahan baku di masa mendatang akan cenderung lebih ketat dalam jangka menengah panjang," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD