AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

2020, Premi Asuransi di Jawa Timur di Turun 18,6 Persen

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Jum'at, 05 Maret 2021 08:15 WIB
OJK Kantor Regional) 4 Jawa Timur mencatat kinerja asuransi mengalami penurunan di tahun 2020 sebesar 18,6 Persen, menjadi menjadi Rp17,36 triliun.
2020, Premi Asuransi di Jawa Timur di Turun 18,6 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 Jawa Timur (Jatim) mencatat kinerja asuransi mengalami penurunan di tahun 2020 sebesar 18,6 Persen, menjadi Rp17,36 triliun. Namun, lembaga ini memperkirakan tahun ini akan lebih baik dengan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi. 

"Jika melihat kondisi capaian nasional di awal tahun ini sudah tampak positif, meskipun saat ini masih dalam pandemi. Maka kami optimistis kinerja asuransi sampai akhir tahun ini akan tumbuh lebih tinggi dari capaian 2020,” kata Direktur Pengawasan LJK OJK KR 4, Mulyanto, Jumat (5/3/2021).

Dia mengakui, kinerja premi asuransi baik umum maupun jiwa pada 2020 mengalami kontraksi termasuk di wilayah Jatim yang mengalami penurunan.

“Kita harus mengakui bahwa aktivitas ekonomi mempengaruhi naik turunnya premi asuransi. Dan memang kegiatan ekonomi setahun terakhir ini turun akibat pandemi dan ini mempengaruhi premi yang dibayarkan masyarakat,” imbuhnya.

Meski begitu, kata Mulyanto, tahun ini bisnis asuransi masih memiliki prospek yang lebih baik dari tahun lalu. Berkaca pada kinerja awal tahun, yakni Januari 2021, secara nasional premi asuransi jiwa dan umum mencatat pertumbuhan positif yakni mencapai Rp30,35 triliun, atau naik dibandingkan dengan Januari 2020 yang hanya Rp26,17 triliun.

"Bisnis asuransi masih menjanjikan karena setiap aktivitas manusia membutuhkan perlindungan dan proteksi," terangnya.

Berdasarkan data OJK KR 4 Jatim hingga Februari 2021, tercatat jumlah perusahaan asuransi di Jatim mencapai 510 perusahaan termasuk perusahaan cabang. Dari jumlah itu sebanyak 336 merupakan asuransi jiwa, dan sebanyak 168 merupakan asuransi umum, serta 6 perusahaan asuransi wajib.

Sedangkan premi asuransi di Jatim sepanjang 2020 mencapai Rp17,36 triliun atau turun -18,6% dibandingkan dengan 2019 yang mampu mencapai Rp17,36 triliun. Premi asuransi umum pada 2020 mencapai Rp3,18 triliun atau turun -13% dibandingkan dengan 2019 yakni Rp3,66 triliun. 

Secara total baik jiwa maupun umum, premi asuransi di Jatim 2020 mencapai Rp20,55 triliun atau turun -17,8% dibandingkan 2019 yakni Rp25 triliun. Untuk klaim asuransi di Jatim pada 2020 tercatat Rp15,06 triliun atau turun -19,1% dibanding 2019 yakni Rp18,62 triliun. 

Dari total klaim 2020 tersebut, Rp13,7 triliun merupakan asuransi jiwa dan Rp1,36 triliun merupakan asuransi umum. Adapun, klaim 2019 tercatat senilai Rp16,4 triliun dari asuransi jiwa dan sebanyak Rp2,22 triliun merupakan asuransi umum. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD