AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

3,8 Juta UMKM Jualan Lewat Toko Online

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Kamis, 08 April 2021 15:02 WIB
Sebanyak 3,8 usaha mikro kecil menengah (UMKM) ditengah pandemi banyak memanfaatkan marketplace untuk menjajakan produksi melalui toko online.
3,8 Juta UMKM Jualan Lewat Toko Online (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sebanyak 3,8 usaha mikro kecil menengah (UMKM) ditengah pandemi banyak memanfaatkan marketplace untuk menjajakan produksi melalui toko online. Jumlah ini diatas ekspektasi yang awalnya hanya ditarget sebanyak 2 juta UMKM.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan, pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia jumlah UMKM yang melakukan ekspansi di marketplace sudah melebihi target awal.

“Gerakan Bangga Buatan Indonesia itu sendiri awalnya kita mempunyai target sampai di akhir tahun itu 2 juta UMKM untuk on board di marketplace atau digital. Tetapi, pada kenyataannya itu sudah sampai 3,8 juta UMKM yang sudah on board di marketplace,” katanya dalam acara webinar Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, hal ini terjadi tidak terlepas dari bantuan pemerintah. Di mana, pemerintah melakukan berbagai cara untuk membantu para pelaku UMKM. Di antaranya, melalui program pembelajaran yang sudah tersedia di Bank Indonesia.

“Di sini adalah bukti bagaimana kita dari private sector, dari teman-teman anggota idEA, bisa berpartner dengan goverment. Di mana goal-nya sendiri sangat bagus. Jadi, banyak UMKM yang tadinya tidak mempunyai akses ke pembelajaran, sekarang untuk pembelajaran mereka bisa melihat modul yang sudah ada di Bank Indonesia,” ujar Bima.

Lanjut dia, ke depan diharapkan program pembelajaran ini akan terus berjalan dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia masih akan berlanjut sampai tahun ini.

“Ke depannya kita melihat tantangan UMKM itu bukan hanya sekedar on board. Tetapi, tantangan UMKM itu bagaimana setelah on board dia bisa meningkatkan transaksinya, mengembangkan transaksinya, dan sampai goal yang paling final UMKM itu juga bisa ekspor,” ucap Ketua Umum idEA tersebut. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD