AALI
9875
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1470
ACES
1235
ACST
232
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1015
ADMF
7700
ADMG
191
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4120
AKSI
420
ALDO
1060
ALKA
244
ALMI
240
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.25
1.21%
+6.05
IHSG
6542.74
0.54%
+35.06
LQ45
941.83
1.1%
+10.29
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

49 Persen Saham Bandara Kualanamu Dialihkan ke Perusahaan India, Ini Dua Keuntungannya

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 26 November 2021 14:46 WIB
Kementerian BUMN mencatat ada dua keuntungan yang diterima PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II ihwal kerja sama dengan GMR Airport Internasional.
Kementerian BUMN mencatat ada dua keuntungan yang diterima PT Angkasa Pura II (Persero) ihwal kerja sama dengan GMR Airport Internasional . (Foto: MNC Media)
Kementerian BUMN mencatat ada dua keuntungan yang diterima PT Angkasa Pura II (Persero) ihwal kerja sama dengan GMR Airport Internasional . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN mencatat ada dua keuntungan yang diterima PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II ihwal kerja sama dengan GMR Airport Internasional ihwal pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Adapun skema kerja sama entitas perusahaan pelat merah dengan perusahaan pengelolaan bandara asal India itu dalam skema Bangun-guna-serah atau Build Operate Transfer (BOT). 

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, dua keuntungan yang diperoleh AP II diantaranya dana segar sebesar Rp 1,58 triliun dari GMR dan pembangunan Kualanamu yang berasal dari GMR senilai Rp56 triliun. 

"AP II akan mendapatkan dua keuntungan, akan mendapatkan dana sebesar Rp 1,58 triliun dari GMR, akan ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar Rp 56 triliun dengan tahap pertama sebesar Rp 3 triliun," ujar Arya kepada Wartawan, Jumat (26/11/2021). 

Arya menilai, dana yang diperoleh AP II sebesar Rp 1,58 triliun bisa digunakan untuk membangun infrastruktur bandara lain di bawah pengelolaan perseroan. 

"Ini namanya memberdayakan aset tanpa kehilangan aset, bahkan asetnya membesar berkali-kalu lipat," katanya. 

GMR Airports Consortium sendiri tercatat sebagai mitra strategis AP II untuk bersama-sama mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu. GMR Airports Consortium dipilih menjadi mitra strategis setelah melalui serangkaian proses tender secara profesional dan transparan.

Adapun Kerja sama dalam skema Build Operate Transfer dengan jangka waktu 25 tahun. Setelah kontrak kerja berakhir, maka seluruh aset tetap dikembalikan kepada AP II. 

"Aset hasil pengembangan sistemnya BOT. Setelah 25 tahun, aset tersebut akan dikembalikan ke AP II. Jadi aset tersebut tetap milik AP II bukan dijual asetnya, jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan aset," ungkapnya. 

Adapun komposisi saham Bandara Internasional Kualanamu terbagi atas 51 % milik Angkasa Pura Aviasi dan 49 % dimiliki GMR. Arya mencatat, kerja sama kedua entitas pun masih menguntungkan bagi negara.  (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD