AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

68 Persen BUMN Penerima PMN Berpotensi Bangkrut, Kok Bisa? 

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 17 Desember 2021 13:17 WIB
68% Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerima penyertaan modal negara (PMN) terancam gulung tikar, berikut penjelasannya.
68 Persen BUMN Penerima PMN Berpotensi Bangkrut, Kok Bisa?  (Dok.MNC Media)
68 Persen BUMN Penerima PMN Berpotensi Bangkrut, Kok Bisa?  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Setidaknya 68% Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerima penyertaan modal negara (PMN) terancam gulung tikar. Proyeksi ini dikonfirmasi langsung Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. 

Perkaranya adalah utang dan kerugian operasional hingga 2020. Data Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang BUMN penerima suntikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam skema PMN di atas rata-rata 55%. Sementara, 40% BUMN penerima PMN juga mencatat kerugian berarti. 

Ekonomi sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menilai utang dan kerugian menjadi faktor fundamental yang menyebabkan perusahaan pelat merah terancam bangkrut hingga pailit. 

Menurutnya, perseroan negara yang kecanduan anggaran pemerintah akan mengalami tekanan tinggi, bila pemerintah membatasi atau memangkas alokasi APBN. 

"Ada beberapa faktor krusial yang membuat BUMN itu memang pailit ya. Satu, APBN itu terbatas, artinya kemampuan negara untuk terus menyuntik atau PMN itu akan mengalami tekanan juga atau bisa dipangkas juga. Nah, bumn yang sudah terlanjur ketergantungan atau kecanduan terhadap PMN ini rentan ketika supply dari negara dananya (dibatasi)," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (17/12/2021). 

Perkaranya, tak semua perseroan bisa mencari alternatif pendanaan baru. Bhima memandang, tata kelola perusahaan dan manajemen yang kurang profesional menjadi sebab utama ketidakpercayaan kreditur kepada perusahaan.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD