AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Ada Delay Pengiriman, Ekspor Karet Sumut Masih Tumbuh 1,9 Persen di September 2021

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Sabtu, 16 Oktober 2021 15:22 WIB
Kinerja ekspor komoditi karet asal Sumatera Utara tumbuh 1,9 persen di September 2021.
Ada Delay Pengiriman, Ekspor Karet Sumut Masih Tumbuh 1,9 Persen di September 2021 (Dok.MNC Media)
Ada Delay Pengiriman, Ekspor Karet Sumut Masih Tumbuh 1,9 Persen di September 2021 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kinerja ekspor komoditi karet asal Sumatera Utara tumbuh 1,9 persen di September 2021 lalu, dimana ada kenaikan 521 ton dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 27.843 ton. 

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah mengatakan kinerja ekspor karet asal Sumut sebenarnya masih bisa lebih besar lagi. Namun peningkatan ekspor tertahan karena adanya penundaan pengapalan (delay shipment) dari pengimpor. 

"Delay shipment karena kelangkaan palet-metalbox masih berlanjut. Sedangkan delay shipment karena mother vessel over space sudah mulai berkurang," kata Edy, Sabtu (16/10/2021).

Namun secara kumulatif pada Januari-September 2021 ada penurunan 1.658 ton (0,6%) dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun 2020.

"Jepang menempati posisi pertama sebagai tujuan ekspor. Berikut adalah top 5 negara tujuan ekspor pada September 2021 : Jepang (25,9%), USA (20,6%), Brazil (9,2%), China (7,7%), Turki (4,6%)," paparnya.

Pengapalan pada Oktober 2021 ini,  sambung Edy, masih diwarnai adanya delay shipment. Kinerja ekspor karet di Oktober ini pun diprediksi masih tertahan. 

"Apalagi kondisi ketersediaan bahan baku belakangan ini semakin memburuk. Kekurangan bahan baku tidak saja dialami oleh pabrik pengolahan karet di Sumatera Utara, di daerah lain juga mengalami hal yang sama," ungkapnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD