AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Ada Omicron, AMPHURI Pastikan Saudi Tengah Lakukan Langkah Preventif

ECONOMICS
Indra Purnomo
Sabtu, 08 Januari 2022 19:30 WIB
Saat ini Arab Saudi telah melakukan langkah preventif demi mencegah penyebaran varian baru Covid-19 dengan kode B.1.1.529 atau Omicron. 
Varian Omicron (Ilustrasi)
Varian Omicron (Ilustrasi)

IDXChannel - Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) M Azhar Gazali menjelaskan, saat ini Arab Saudi telah melakukan langkah preventif demi mencegah penyebaran varian baru Covid-19 dengan kode B.1.1.529 atau Omicron

"Sangat saya merasakan sekali begitu saya masuk ke Makkah melaksanakan umrah, pengetatan sudah ada di mana-mana. Bukan berarti kita tidak bisa melaksanakan itu tindakan preventif, yang menurut saya kita apresiasi mereka mengendalikan dengan baik dan mereka pasti punya tolak ukur sebagaimana berapa seberapa jauh dampak dengan adanya Omicron ini," ujar Azhar kepada MNC Portal, Sabtu (8/1/2022). 

Azhar menjelaskan, saat ini salat di Tanah Suci sudah harus jaga jarak, masuk ke kawasan tersebut pun betul betul dijaga dengan ketat, baik harus menggunakan identitas yang jelas, hingga wajib menggunakan masker.

"Denda yang mereka berikan sekitar 1.000 riyal jika kedapatan tidak memakai masker atau tidak memakai masker sama sekali. Masuk ke tempat publik juga sangat ketat, kalau misalnya kerumunan kita dipecah. Kan dulu kalau kita salat di kawasan pelataran pada ngumpul sekarang tidak boleh, sekarang semua harus bergerak," jelasnya. 

"Begitu juga pada saat kita mau salat misalnya dari Madinah misalnya belum salat Maghrib dan isya. Dulunya kalau kita mau salat magrib dan isya kita salat di masjid saja. Ya itu tidak boleh lagi di sana," sambungnya. 

Kemudian, lanjut dia, ketika tawaf tidak diperbolehkan untuk salat di kawasan tersebut. "Setelah selesai kita agak ke belakang kita salat. Di tempat sa'i pun di tempat berlari antara Safa dan Marwah kita nggak boleh tahallul di area. Kita harus keluar dari area itu untuk tahallul setelah itu harus berjalan dan tidak stay di satu tempat," katanya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD