AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Ada Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, DPR Minta Pemerintah Siapkan Kebijakan Fiskal

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Sabtu, 10 April 2021 00:04 WIB
Jika tidak dicegah, hal itu bisa berakibat fatal bagi ekonomi.
Jika tidak dicegah, hal itu bisa berakibat fatal bagi ekonomi.

IDXChannel - Anggota Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad mengatakan Indonesia berpotensi mengalami gelombang ketiga Covid-19. Jika tidak dicegah, hal itu bisa berakibat fatal bagi ekonomi.

Dia mengatakan, Pembentukan Kementerian Investasi & Pencipta Lapangan kerja serta Pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) masih belum bisa diharapkan dalam jangka waktu Pendek mampu Gerakkan Investasi karena Ekosisten Investasi Global masih wait & see Melihat Kemampuan Negara dalam mengendalikan Covid-19.

"Bunga Kredit Perbankan Belum turun Masih kisaran 12-14% landing rata ke Pelaku usaha. BI rata 3,5% tidak signifikan mendorong Penurunan bunga kredit perbankan. Jadi wajar jika Dunia usaha masih belum bergerak," kata Kamrussamad dalam video virtual, Jumat (9/4/2021)

Dia melanjutkan IMF baru saja Mengkoreksi Proyeksi Pertumbuhan  ekonomi Indonesia ke bawah Menjadi 4,3% tahun 2021. Jika Gelombang ke-3 datang bisa jadi koreksi ke bawah lebih mendalam. Kebijakan Nasionalisme Vaksin berpotensi Semakin menyulitkan Indonesia.

"Untuk itu kita sarankan Pemerintah menyiapkan Skenario terburuk yaitu Perubahan kebijakan Fiskal dengan fokus penyiapan Skema Pembiayaan Bansos dinaikkan dan diperpanjang serta diperluas," bebernya

Kedua batas waktu Kebijakan Relaksasi Kredit Perbankan harus dilakukan secara gradual & sektoral bahkan sektor tertentu bisa diperpanjang hingga 2023.Kebijakan  antisipasi kemungkinan Lonjakan NPL tak terkendali pada industri Perbankan.

Ketiga konsep Pemulihan ekonomi Nasional dirubah menjadi Penyelamatan ekonomi nasional sehingga lebih tajam dan fokus Pada sektor UMKM dan Industri Padat Karya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD