"Artinya kalau kita berangsur-angsur, beralih atau paling tidak lebih mengembangkan sektor kereta api ini harapannya juga bisa mengurangi emisi karbon atau polusi dan beban berat yang dipikul oleh sektor transportasi darat melalui jalan. Selama ini bisa dikatakan terjadi under investment," lanjut AHY.
Dengan kondisi tersebut, AHY mendorong adanya peralihan bertahap menuju transportasi berbasis rel meskipun Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan. Selain ramah lingkungan, langkah ini juga diyakini dapat mengurangi beban jalan raya yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi darat.
"Nah dengan demikian arahan Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini menjadi strategis. Urgensinya sekali lagi untuk mendukung mobilitas manusia, barang, dan jasa. Di wilayah-wilayah yang memang potensi utamanya adalah sumber daya alam, komoditas ekstraktif, maka perlu didukung oleh transportasi logistik kereta yang benar-benar bisa digunakan secara efektif dan efisien," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)