Pemerintah juga berkomitmen terus menciptakan ekosistem usaha yang kondusif melalui sinergi yang erat bersama APRISINDO. Upaya tersebut meliputi reformasi regulasi ketenagakerjaan dan penguatan kualitas sumber daya manusia industri, simplifikasi perizinan dan standarisasi biaya K3 berbasis risiko, optimalisasi logistik dan percepatan arus bahan baku, akselerasi penerapan ekonomi sirkular, serta penguatan diplomasi perdagangan untuk merespons tantangan kebijakan tarif global.
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa Munas XI APRISINDO ini merupakan momentum krusial untuk menetapkan arah kebijakan organisasi yang adaptif dan visioner, guna mengawal transformasi ekonomi dan penerapan standar keberlanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah dan dunia usaha, industri alas kaki Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tampil sebagai pemimpin di pasar global. Menko Airlangga juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Munas XI APRISINDO dan berharap dapat menghasilkan keputusan strategis yang membawa kemajuan bagi industri alas kaki nasional dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada APRISINDO atas dedikasi dan kontribusinya selama 37 tahun sebagai mitra strategis Pemerintah dalam memajukan industri alas kaki Indonesia. Munas XI ini menjadi wadah penting untuk mengkonsolidasikan pandangan, merumuskan rekomendasi strategis, serta menyepakati langkah-langkah nyata dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor industri padat karya,” kata Airlangga.
(Febrina Ratna Iskana)