sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Airlangga: Industri Alas Kaki Resilien, Tapi Perlu Waspada Penerapan Tarif Resiprokal AS

Economics editor Febrina Ratna Iskana
22/01/2026 10:10 WIB
Airlangga mengatakan industri alas kaki nasional mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tercermin dari pertumbuhan nilai ekspor dan investasi.
Airlangga: Industri Alas Kaki Resilien, Tapi Perlu Waspada Penerapan Tarif Resiprokal AS. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Airlangga: Industri Alas Kaki Resilien, Tapi Perlu Waspada Penerapan Tarif Resiprokal AS. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

Industri alas kaki yang merupakan salah satu pilar utama sektor padat karya nasional, memiliki peran vital sebagai penyangga perekonomian dan penyerap tenaga kerja dalam skala besar, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan sebesar 1,2 persen pada kuartal III-2025.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap sekitar 921 ribu tenaga kerja per Februari 2025, menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

Oleh karena itu, Airlangga mengatakan pemerintah berupaya untuk menjaga resiliensi industri alas kaki. Salah satunya mendorong implementasi IEU-CEPA tahun ini.

“Indonesia berharap dengan implementasi IEU-CEPA, pasar ini bisa terus dibuka. Dan tentunya di tahun ini kita persiapkan agar implementasi IEU-CEPA bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Airlangga.

Dalam rangka menjaga resiliensi industri alas kaki, pemerintah juga mengimplementasikan berbagai instrumen kebijakan konkret. Di antaranya penguatan pasar dalam negeri melalui Permendag Nomor 23 Tahun 2025 terkait pengaturan impor barang konsumsi, pemberian stimulus fiskal bagi tenaga kerja melalui kebijakan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah berdasarkan PMK Nomor 10 Tahun 2025, penyediaan Kredit Investasi Padat Karya melalui Permenko Nomor 4 Tahun 2025, serta fasilitasi ekspor melalui optimalisasi kawasan berikat dan penyederhanaan prosedur ekspor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement