sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Airlangga Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,7 Persen Demi Jadi Negara Maju di 2045

Economics editor Tim IDXChannel
22/04/2026 14:38 WIB
Airlangga menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, bahkan mencapai 6,7 persen untuk mencapai status negara maju pada 2045.
Airlangga Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,7 Persen Demi Jadi Negara Maju di 2045. (Foto: Nasywa/ IDX Channel)
Airlangga Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,7 Persen Demi Jadi Negara Maju di 2045. (Foto: Nasywa/ IDX Channel)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada 2045, bahkan perlu didorong hingga 6,7 persen di tengah ketidakpastian global yang semakin tinggi.

Ia menilai saat ini dunia berada dalam kondisi penuh ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana perubahan terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi.

“Saya pikir kita semua hidup dalam situasi yang sangat menantang, di mana kita memprediksi masa depan bukan lagi berdasarkan tahun, bulan, semester, atau triwulan, tetapi kita menyesuaikan situasi setiap minggu,” ujarnya dalam acara seminar nasional OECD Accession and Private Sector Implications di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, kondisi global tersebut berdampak luas, mulai dari sektor energi hingga rantai pasok pupuk dan pangan. Namun Indonesia dinilai cukup beruntung karena mampu mengelola situasi tersebut.

Dalam menghadapi gejolak global, pemerintah menerapkan kebijakan ketahanan energi melalui diversifikasi sumber pasokan, termasuk membatasi ketergantungan dari Timur Tengah.

“Indonesia sudah memutuskan sejak awal bahwa dari Timur Tengah maksimal 20 persen,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia juga memperkuat pasokan energi dari berbagai negara seperti Afrika, Amerika Serikat, dan Venezuela, serta meningkatkan kapasitas biofuel domestik.

Pemerintah juga mendorong peningkatan bauran biodiesel hingga Bio 50, yang disebut dapat mengurangi ketergantungan impor energi.

“Artinya tidak akan ada lagi impor energi solar,” ujarnya.

Selain energi, pemerintah memperkuat sektor pupuk dan pangan, termasuk menjaga produksi dan ekspor pupuk ke sejumlah negara seperti India, Australia, dan Filipina.

Airlangga menegaskan, konsumsi domestik yang mencapai sekitar 54 persen dari permintaan nasional menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

“Indonesia perlu tumbuh setidaknya 6,7 persen. Itulah mengapa Presiden sangat bersemangat untuk mendorong kita melampaui batas terlepas dari dalam situasi global,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah mendorong penguatan sumber daya manusia dan transformasi digital, termasuk pengembangan ekosistem semikonduktor sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Ia menambahkan, aksesi Indonesia ke OECD menjadi salah satu prioritas strategis nasional untuk memperkuat standar kebijakan dan menarik investasi berkualitas.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis Indonesia dapat menjaga ketahanan ekonomi sekaligus mempercepat transformasi menuju negara maju pada 2045.

Reporter: Nasywa Salsabila

(Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement