AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Akhirnya, Delapan Desa di Perbatasan Ini Bisa Nikmati Listrik

ECONOMICS
Oktiani/Koran Sindo
Selasa, 23 Maret 2021 21:51 WIB
masyarakat di delapan desa di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sanggau di perbatasan Indonesia-Malaysia, sudah bisa menikmati listrik.
Akhirnya, Delapan Desa di Perbatasan Ini Bisa Nikmati Listrik (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Setelah sekian lama menunggu, akhirnya masyarakat di delapan desa di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia, sudah bisa menikmati listrik.

Adapun desa yang berhasil tersambung jaringan listrik PLN yakni Desa Pala Pasang dan Desa Suruh Tembawang yang terletak di Kabupaten Sanggau. Sementara itu di Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari Desa Laja Sandang, Desa Kumang Jaya, Desa Semuntik, Desa Kantuk Asam, Desa Kantuk Bunut dan Desa Merakai Panjang.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan PLN dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di perbatasan, khususnya wilayah Kapuas Hulu.

"Atas nama Bupati Kapuas Hulu, saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PLN serta seluruh pihak sehingga proyek listrik pedesaaan ini dapat diselesaikan. Saya juga berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat instalasi listrik yang ada," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).

Apa yang kini dinikmati masyarakat di Desa di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sanggau, sejalan dengan upaya Pemerintah untuk terus meningkatkan rasio elektrifikasi, terutama untuk daerah-daerah yang hingga kini belum terjangkau akses listrik.

"Saat ini, peningkatan rasio elektrifikasi difokuskan ke daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Namun, pemerataan itu harus pula disertai dengan tarif listrik yang terjangkau oleh masyarakat," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi secara terpisah.

Sementara General Manager PLN Kalbar Ari Dartomo mengatakan, upaya ini merupakan komitmen PLN untuk memberikan layanan listrik terbaik kepada masyarakat hingga ke garda terdepan. Pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan.

"Saat ini sudah ada 654 Pelanggan yang telah teraliri listrik. Hadirnya listrik diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah 3T," jelasny.

Dalam melistriki 8 desa tersebut, PLN telah melaksanakan pembangunan perluasan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 82,55 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 28,71 kms, dan 21 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 1.125 kilovolt ampere (kVA). Dengan pembangunan infrastruktur baru ini, potensi pelanggan yang akan teraliri listrik sebanyak 1.270 pelanggan. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD