AALI
8400
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4300
ACES
610
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
740
ADMF
8325
ADMG
168
ADRO
4150
AGAR
292
AGII
2230
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
106
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
185
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1370
AKSI
320
ALDO
665
ALKA
294
ALMI
390
ALTO
163
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.21
-0.57%
-3.06
IHSG
7051.81
-0.35%
-24.81
LQ45
1004.89
-0.57%
-5.79
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,452 / gram

APBN Sedang Defisit, Erick Thohir Minta BUMN Tak Jadi beban Negara

ECONOMICS
Athika Rahma
Kamis, 09 Desember 2021 06:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, perusahaan pelat merah harus bertransformasi agar bisa bersaing secara global.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, perusahaan pelat merah harus bertransformasi agar bisa bersaing secara global. (Foto: MNC Media)
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, perusahaan pelat merah harus bertransformasi agar bisa bersaing secara global. (Foto: MNC Media)

IDXChannel- Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, perusahaan pelat merah harus bertransformasi agar bisa bersaing secara global. Dengan begitu, ekonomi Indonesia akan terdorong kinerjanya.

Dia menegaskan, keberadaan BUMN tidak boleh jadi beban bagi negara, apalagi saat ini kondisi keuangan negara sedang defisit.

"BUMN sebagai penopang sepertiga perekonomian nasional harus mampu bersaing secara global, tidak boleh menjadi beban bagi negara, apalagi saat ini APBN sedang defisit," ujar Erick dalam acara Puncak Dies Natalis FEB UI ke-71, Rabu (8/12/2021).

Erick melanjutkan, BUMN harus membantu pemerintah untuk mendapatkan alternatif pemasukan melalui deviden yang dihasilkan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar, dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia serta laju pertumbuhan ekonomi yang positif. BUMN sebagai katalisator nasional harus memanfaatkan peluang ini untuk menuju Indonesia yang merdeka, berdaulat dan berpihak pada rakyat.

"Jangan sampai peluang ini dimanfaatkan bangsa lain untuk ekonomi mereka, sementara kita tidak bergerak kemana-mana. Kita tidak anti asing, tapi kita harus pastikan market itu adalah untuk pertumbuhan ekonomi kita," jelasnya.

Lanjut Erick, BUMN sebagai lokomotif pembangunan harus melakukan program digitalisasi dan pengembangan teknologi untuk merespons perubahan perilaku konsumen dan revolusi industri 4.0.

Terlebih, saat ini disrupsi digital gelombang kedua sudah mulai terjadi. "Apalagi sekarang banyak yang bicara tentang Metaverse, gelombang ketiga, sebuah ekosistem digital yang jadi turunannya Bitcoin, NFT dan lainnya," ujarnya.

Untuk itu, dalam mendorong transformasi digital, pihaknya melakukan berbagai strategi seperti mengembangkan infrastruktur berupa jaringan fiber optik dan 5G, pendanaan start up karya anak bangsa dan penciptaan ekosistem platform digital nasional. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD