Shinta menyebut, kepastian arah kebijakan moneter sangat penting bagi dunia usaha yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika perdagangan internasional, volatilitas nilai tukar, hingga tingginya biaya pembiayaan.
Menurutnya, dunia usaha berharap proses transisi tetap memberikan sinyal kuat bahwa mandat utama BI dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas.
Shinta juga menyoroti tantangan bank sentral yang semakin besar di tengah dinamika global. Ia menilai, BI harus mampu menyeimbangkan upaya menjaga stabilitas ekonomi dengan mendukung momentum pertumbuhan.
"Dari perspektif dunia usaha, keseimbangan tersebut menjadi sangat penting agar stabilitas makroekonomi tetap berjalan seiring dengan terpeliharanya iklim investasi, keberlanjutan pembiayaan, dan aktivitas sektor riil," katanya.
(DESI ANGRIANI)