"Itu optimisme yg kita miliki dan dunia usaha akan terus mengharapkan pemerintah bisa mendorong regulasi-regulasi terbaiknya yang skali lagi pro dengan pertumbuhan, pro dengan pemerataan. Itu yang menjadi harapan dunia usaha sehingga kita bisa naik jangka pendek tapi juga bisa bertahan untuk jangka panjang," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan Indonesia selama 2022 mencapai 5,31%. Sri Mulyani menilai, laju pemulihan yang sangat kuat di tahun 2022 itu menjadi pijakan yang kokoh bagi perekonomian nasional untuk menghadapi tantangan jangka pendek sekaligus untuk melanjutkan agenda pembangunan jangka menengah-panjang.
"Indikator perekonomian terkini juga terus menunjukkan tren ekspansif, termasuk indeks PMI manufaktur Indonesia yang pada bulan Januari 2023 meningkat cukup signifikan," jelas Sri Mulyani. (NIA)