AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Aset Negara di DKI Danai Ibu Kota Baru, Ini Tanggapan Wagub

ECONOMICS
Dominique Hilvy Febriani
Senin, 29 November 2021 18:39 WIB
Aset negara yang ada di wilayah DKI Jakarta sekitar Rp1.000 triliun akan dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur. 
Aset Negara di DKI Danai Ibu Kota Baru, Ini Tanggapan Wagub (FOTO: MNC Media)
Aset Negara di DKI Danai Ibu Kota Baru, Ini Tanggapan Wagub (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Aset negara yang ada di wilayah DKI Jakarta sekitar Rp1.000 triliun akan dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur. 

Menanggapi rencana itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkapkan, rencana tersebut nantinya akan dibahas juga dengan Pemprov DKI.

"Soal itu memang belum dibahas, nanti teman-teman bersama DPRD kita akan bahas, kita akan tindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat terkait Ibu Kota. Pasti nanti kami Pemprov dan DKI Jakarta akan dilibatkan," kata Ariza di Gedung DPRD DKI Jakarta (29/11/2021).


Ia mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan DPR RI terkait wacana untuk “mengorbankan”aset negara di DKI Jakarta.


“Ya itu semuanya nanti akan bersama sama pempus dengan DPR RI kami di DKI bersama pemprov dan DPRD DKI bersama sama akan carikan solusi terbaik terkait aset aset DKI Jakarta,” katanya.


Sebelumnya, Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ) akan menggunakan aset negara yang ada di DKI Jakarta untuk pendanaan proyek ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan mengatakan, per tahun 2020, aset yang ada DKI Jakarta berupa tanah dan bangunan nilainya mencapai Rp1.000 triliun atau Rp1 kuadriliun.

"Kami akan optimalkan supaya bisa mendapat dana untuk pembangunan ibu kota baru," ujar Cecep, ditulis Minggu (28/11/2021). 

Lebih lanjut, aset-aset tersebut nantinya tidak harus dijual, namun bisa disewakan. Dananya akan digunakan untuk membangun IKN. Pihaknya kini tengah memilah aset mana saja yang bisa mendukung proyek tersebut. 

Namun, Cecep mengaku pihaknya tidak akan terburu-buru dalam mencairkan aset ini. Dirinya tak ingin mengganggu mekanisme pasar. 

"Tapi kami tidak akan terburu-buru, kami akan mengatur dahulu. Nanti harganya rendah," ujarnya.

Encep menjelaskan, total aset negara tercatat mencapai Rp11.098,67 triliun pada 2020. Sebanyak Rp6.595,77 triliun di antaranya berupa barang milik negara (BMN) seperti tanah, gedung, dan sebagainya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD