AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Astaga! Ada Jual Beli Jabatan di BUMN, Posisi Dirut Rp25 Miliar

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 24 November 2021 13:04 WIB
Rumor jual beli jabatan dewan direksi dan komisaris di BUMN ternyata benar adanya. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Astaga! Ada Jual Beli Jabatan di BUMN, Posisi Dirut Rp25 Miliar (FOTO: MNC Media)
Astaga! Ada Jual Beli Jabatan di BUMN, Posisi Dirut Rp25 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Rumor jual beli jabatan dewan direksi dan komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternyata benar adanya. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Praktik jual beli jabatan tersebut diungkapkan Erick terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri BUMN. Bahkan, harga jabatan untuk Direktur Utama BUMN dipatok di kisaran Rp 25 miliar. Meski demikian, dia enggan menyebut nama perusahaan dan identitas petinggi perseroan negara tersebut.

Pengakuan Erick sekaligus menjadi bantahan terhadap tuduhan atau isu bisnis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dikaitkan dengan nama besarnya.
 
Menurutnya, mencari keuntungan yang cukup menjanjikan dengan melakukan transaksi jual beli jabatan Dewan Direksi dan Komisaris BUMN. Namun, tindak kejahatan itu justru dikutuk dan dilawan Erick Thohir. 

"Selama ini, saya yang paling menekankan hal-hal itu (korupsi), kalau saya mau cari uang di BUMN banyak. Banyak, paling gampang apa? Di BUMN, mindah-mindahin jabatan, itu setoran paling banyak dulu. Pernah dihargai satu Direksi Rp 25 miliar, Direksi yang gede (BUMN), Direktur Utama," ujar Erick, Rabu (24/11/2021). 

Erick memastikan, transaksi jual beli jabatan BUMN tidak lagi terjadi saat ini. Bila itu terjadi, pemegang saham langsung memproses secara hukum atau pelakunya langsung dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepastian itu terlihat saat pemegang saham melakukan restrukturisasi bisnis, perbaikan ekosistem bisnis, hingga membentuk holding BUMN sejumlah perusahaan negara. 

"Kalau mau kan, terus apa konteksnya? Kalau saya terjebak jual beli jabatan, ya gak mungkin saya menjadikan BUMN (holding), bisa menangkap yang korupsi, gak mungkin, saya langsung goyang badannya, ' ini yang kita tangkap, dia uda nyetor ke kita' gila aja, gak mungkin lah," katanya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD