Tak berhenti di level industri berat, Prabowo juga menyiapkan solusi energi kerakyatan yang menyasar langsung pada kebutuhan rumah tangga di akar rumput. Pemerintah berencana memanfaatkan sisa-sisa hasil pertanian sebagai bahan bakar murah untuk memasak.
"Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara. Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung," kata Prabowo.
Di sektor ketenagalistrikan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bersiap melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Pemerintah secara berani mencanangkan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam skala masif dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
"Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat, kita sudah canangkan akan membangun 100 gigawatt dari tenaga surya dari dalam 3 tahun ini," ujarnya.