sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Pastikan Indonesia Akan Beli BBM hingga LPG dari AS, Nilainya Rp253 Triliun

Economics editor Tangguh Yudha
20/02/2026 22:41 WIB
Bahlil memastikan Indonesia akan merealisasikan pembelian bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga crude oil dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai Rp253 triliun.
Bahlil Pastikan Indonesia Akan Beli BBM hingga LPG dari AS, Nilainya Rp253 Triliun (FOTO:Dok Ist)
Bahlil Pastikan Indonesia Akan Beli BBM hingga LPG dari AS, Nilainya Rp253 Triliun (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel  - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia akan merealisasikan pembelian bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga crude oil dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai mencapai sekitar USD15 miliar atau setara Rp253 triliun.

Dia menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan strategis antara Indonesia dan AS untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara.

"Untuk memberikan keseimbangan neraca pedagangan kita, maka kita dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar USD15 miliar. Dari USD15 miliar ini terdiri dari membeli BBM, kemudian LPG dan crude. Sudah barang tentu ini adalah merupakan langkah sejarah baru kita membeli dalam jumlah yang besar," katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).

Meski demikian, Bahlil menegaskan kebijakan ini tidak akan menambah total volume impor energi Indonesia. Pemerintah, katanya, hanya mengalihkan sebagian sumber impor dari negara-negara lain ke AS.

"Kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara. Di antaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama. Cuma kemudian kita geser," kata dia.

Ia juga memastikan bahwa mekanisme pembelian akan tetap mengedepankan prinsip keekonomian dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik pemerintah maupun badan usaha di AS dan Indonesia.

"Dalam praktiknya nanti pembelian ini sudah berarti akan memperhatikan mekanisme-mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan. Baik menguntungkan kepada pihak Amerika Serikat dan badan usahanya maupun dari pihak Indonesia," tutur Bahlil.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement