Hal ini melihat dinamika eskalasi geopolitik yang tengah memanas belakangan pasca luncuran serangan AS ke Iran. Bahkan, konflik tersebut sampai pada penutupan selat Hormuz, yang menjadi jalur perdagangan energi global.
"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama. Bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita tidak lebih dari 21-25 hari. Sekarang ini di bawah arahan Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage agar ketahanan energi kita ada," kata Bahlil di Istana Negara (4/3/2026).
Dia menargetkan, pembangunan storage rampung dalam tiga bulan. Pembangunan storage penyimpanan minyak rencananya akan mulai masuk tahap konstruksi pada 2026.
Adapun lokasi yang tengah dibidik yaitu di Sumatera. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap kajian kelayakan sebelum masuk tahap konstruksi.
(NIA DEVIYANA)