Sementara itu, untuk volume LPG 3 kg, Bahlil tidak mengusulkan perubahan alokasi volume. LPG bersubsidi tetap di angka 8 juta metrik ton untuk RAPBN 2027, tidak berubah dari alokasi LPG 3 kg di APBN 2026.
“LPG rata-rata sama. Kami alokasikan di angka 8 juta metrik ton, sama dengan 2026,” ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil juga tidak mengajukan perubahan ihwal subsidi tetap minyak solar atau GasOil 48 untuk RAPBN 2027. Alokasi subsidi tetap minyak solar 48 masih di angka Rp1.000 per liter.
(Nur Ichsan Yuniarto)