AALI
8075
ABBA
605
ABDA
0
ABMM
1255
ACES
1315
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2400
ADHI
680
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1355
AGAR
398
AGII
1770
AGRO
2420
AGRO-R
0
AGRS
262
AHAP
59
AIMS
400
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3660
AKSI
420
ALDO
625
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
440.18
0.45%
+1.99
IHSG
6085.91
0.26%
+15.87
LQ45
827.08
0.49%
+4.04
HSI
25956.22
-0.02%
-4.81
N225
27761.68
1.75%
+478.09
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,859
USD/IDR 14,460
Emas
844,281 / gram

Bangkitkan Usaha Pengrajin Tenun Asal Bima, Sandiaga Bidik Pasar Ekspor

ECONOMICS
Tia Komalasari/IDXChannel
Minggu, 13 Juni 2021 20:14 WIB
Sandiaga Uno targetkan produk tenun Bima bisa diekspor.
Sandiaga Uno targetkan produk tenun Bima bisa diekspor. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 membatasi seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk sektor pariwisata di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih dari setahun lalu. Seiring dengan langkanya kunjungan wisatawan, roda perekonomian masyarakat Bima yang bertumpu kepada penjualan beragam produk ekonomi kreatif pun terhenti. 

Para pelaku usaha ekonomi kreatif pun terpaksa melakukan efisiensi, mulai dari pengurangan tenaga kerja yang berujung pada pengangguran. 

Mirisnya kondisi tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno seperti yang dialami oleh Ibu Yuyun, pemilik rumah produksi tenun Dina. 

Perempuan paruh baya yang semula dapat merekrut puluhan pegawai untuk memproduksi tenun sebelum masa pandemi covid-19 itu kini terpuruk usahanya. Begitu juga dengan ratusan rumah produksi tenun yang tersebar di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Usaha mereka diungkapkan Sandiaga Uno anjlok sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia. "Bu Yuyun pada saat sebelum covid-19 membuka lapangan kerja bagi sebanyak 50 pekerja, begitu juga ratusan pelaku UKM tenun di Kampung Tenun Ntobo ini," ungkap Sandiaga Uno ketika mengunjungi kampung tenun Ntobo pada Minggu (13/6/2021). 

"Insya Allah tidak terlalu lama lagi kita bawa ke pasar ekspor," ujarnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah menyusun sejumlah strategi, mulai dari bantuan permodalan hingga pelatihan keterampilan, khususnya digitalisasi UMKM yang meliputi penjualan online hingga pembuatan konten kreatif.

"Covid-19 ini memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan, bukan hanya keterampilan membuat tenun, tetapi juga keterampilan untuk menjual secara online dan menciptakan konten-konten kreatif," kata Sandiaga.

Konten kreatif tersebut dibuktikannya seperti yang diproduksi pasangan selebriti, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah ketika mengunjungi Kota Bima. Konten kreatif tersebut diyakininya dapat menjadi sarana promosi strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memasarkan beragam produk ekonomi kreatif khas Bima.

"Kita sudah melihat tadi bagaimana tadi Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah membuat konten-konten yang kita pusatkan di Desa Wisata Maria," ungkap Sandiaga Uno.

"Harapannya nanti dari konten-konten kreatif yang diproduksi itu bisa dipakai untuk menjual produk-produk tenun Bima yang ada di Kelurahan Tobo, di Kampung Tenun ini dan bisa menembus pasar ekspor," jelasnya. 

Oleh karena itu, dirinya kembali mengingatkan kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk terus berkreasi di tengah keterbatasan imbas covid-19. 
Lewat adaptasi, inovasi dan kolaborasi, kebangkitan ekonomi diyakininya dapat segera terealisasi.

"Saya ucapkan terima kasih untuk semuanya, kita akan mendukung karena ini membangkitkan ekonomi kita, menggerakkan ekonomi rakyat, memastikan produk-produk kreatif Bima bisa dipasarkan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya," jelasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD