AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Bangun Kereta Listrik, Pemprov Bali Jajaki Kerja Sama dengan Korsel

ECONOMICS
Chusna/Kontributor
Rabu, 17 November 2021 08:13 WIB
Pemerintah Provinsi Bali menjajaki kerjasama dengan Korea Selatan untuk membangun kereta listrik.
Ilustrasi kereta listrik. (Foto: MNC Media)
Ilustrasi kereta listrik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi Bali menjajaki kerjasama dengan Korea Selatan untuk membangun kereta listrik. Transportasi massal itu rencananya dibangun mulai tahun 2023.

Rencana kerjasama itu terungkap dalam pertemuan virtual Gubernur Bali Wayan Koster dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korsek Yoon Sung-won. 

"Saya optimis kerja sama Provinsi Bali dengan Korea dapat dikembangkan," kata Koster dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (17/11/2021). 

Menurut dia, Bali sebagai destinasi pariwisata sudah saatnya memiliki sarana transportasi massal terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan. Hal itu guna mendukung program Bali energi bersih. 

Bali memiliki Perda Nomor 45 Tahun 2019 tentang Energi Baru dan Terbarukan dan Perda Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.  

Pembangunan jaringan kereta listrik rencananya dikembangkan di kantong pariwisata, yaitu Denpasar, Badung dan Gianyar. 

Ada dua jalur kereta listrik yang bakal dibangun, yaitu Bandara Ngurah Rai menuju Sanur dan Sanur menuju Singapadu. "Saya berharap ada bimbingan teknis dari Korsel sehingga rencana ini bisa segera terlaksana," ujar Koster. 

Wakil Menteri Yoon Sung-won menyambut baik gagasan itu. "Saya berharap kerjasama  ini dapat dilanjutkan dengan melaksanakan studi dan perhitungan yang lebih mendetail, mengingat kondisi tanah dan budaya di Bali yang jauh lebih menantang dibandingkan di Korea" katanya. 

Yoon Sung-won mengungkapkan, saat ini sudah ada dua pegawai Dinas Perhubungan Bali yang sedang menempuh pendidikan khusus di bidang perkeretaapian di Korea. "Saya berharap ke depan Bali bisa menambah staf yang dikirim belajar ke Korea," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD