AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Bank Pada Tutup, Warga Afghanistan Tak Punya Uang Tunai

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Minggu, 29 Agustus 2021 21:07 WIB
Sejak Taliban menguasai Afghanistan membuat sistem perekonomian negara tersebut di ambang kehancuran.
Bank Pada Tutup, Warga Afghanistan Tak Punya Uang Tunai (FOTO: MNC Media)
Bank Pada Tutup, Warga Afghanistan Tak Punya Uang Tunai (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sejak Taliban menguasai Afghanistan membuat sistem perekonomian negara tersebut di ambang kehancuran, bank-bank tutup dan warga frustasi karena tidak punya uang tunai.

"Tidak ada yang punya uang," kata seorang pegawai bank sentral Afghanistan dikutip dari CNN, Minggu (29/8/2021).  

Karyawan tersebut mengatakan, banyak keluarga yang tidak memiliki cukup uang untuk membiayai pengeluaran hariannya. Bahkan, beberapa karyawan tidak lagi mendapatkan gaji. Banyak karyawan bank sentral Afghanistan yang tidak diizinkan kembali ke kantor sejak Taliban berkuasa. 

Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis ekonomi dan kemanusiaan yang parah di Afghanistan. Tantangan utama adalah ekonomi negara itu yang sangat bergantung pada akses ke mata uang asing dan bantuan internasional, yang sebagian besar telah diblokir sejak Kabul dikuasai Taliban. Menurut Bank Dunia, bantuan internasional membiayai 75 persen pengeluaran publik Afghanistan.


"Afghanistan dan sektor perbankannya berada pada 'titik eksistensial', di mana keruntuhan sektor perbankan sudah dekat," bunyi memo tertanggal 23 Agustus 2021, yang dikirim Kamar Dagang Afghanistan-Amerika.  Memo tersebut menyebut, bank sentral menolak menjawab komunikasi dalam bentuk apa pun dari industri perbankan. Permintaan uang tunai juga tidak diberikan. 

Karena itu, kelompok perbankan Afghanistan telah memutuskan menutup semua bank pada 15 Agustus lalu dan belum dibuka kembali karena takut para nasabah melakukan penarikan dana besar-besaran.   

Kekurangan uang tunai adalah mimpi buruk bagi negara yang mengalami defisit perdagangan yang sangat besar seperti Afghanistan. Karena hal itu, kelompok perbankan Afghanistan meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk segera memberikan akses ke aset bank sentral. 

"Tanpa akses segera, kami khawatir seluruh ekonomi Afghanistan dan sektor perbankan akan gagal dan diperintahkan untuk melikuidasi aset. Frustrasi publik dan kemungkinan tindak kekerasan akan terjadi karena publik tidak bisa membeli makanan dan kebutuhan lain," tulis memo tersebut. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD