Berdasarkan sebaran wilayah geografis, otoritas statistik mencatat Pulau Dewata Bali masih kokoh memimpin sebagai provinsi dengan tingkat okupansi hotel berbintang tertinggi di Indonesia, yakni mencapai angka TPK sebesar 61,16 persen.
Posisi peringkat kedua ditempati oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengantongi angka keterisian sebesar 57,06 persen.
Sementara itu, Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan kejutan dengan menembus angka TPK sebesar 56,26 persen, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu wilayah dengan tingkat hunian hotel berbintang tertinggi di luar Pulau Jawa.
Secara bulanan, BPS merekam peta pergerakan okupansi yang cukup merata di mana terdapat 25 provinsi di tanah air yang sukses mengalami lonjakan TPK pada Mei 2026 dibandingkan bulan April 2026, sedangkan 13 provinsi sisanya terpaksa mengalami penurunan performa.
Di samping kontribusi dari sektor pariwisata liburan, Ateng menambahkan bahwa performa positif bisnis perhotelan ini juga ikut didorong oleh kembali menggeliatnya roda aktivitas ekonomi korporasi dan pemerintah.