“Dengan kondisi stok dan produksi seperti ini, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga,” ujar Ketut melalui keterangan resmi, Rabu (7/1/2026).
Ketut menjelaskan, produksi jagung nasional sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 18 juta ton. Tambahan produksi tersebut diproyeksikan mampu menjaga keseimbangan pasokan sepanjang tahun. Dengan demikian, stok jagung di akhir 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 4,5 juta ton.
Selain mencukupi kebutuhan dalam negeri, penguatan produksi juga membuka peluang ekspor. Pada 2026, ekspor jagung diproyeksikan dapat mencapai sekitar 52,9 ribu ton, seiring meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi nasional.
“Ini menunjukkan kerja keras petani kita membuahkan hasil. Produksi jagung nasional semakin solid, dan pemerintah akan terus memastikan hasil panen terserap dengan baik,” pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)