AALI
8850
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
650
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
316
AGII
2500
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
0.00
-100%
-14116.59
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,125
Emas
799,103 / gram

Berbincang dengan Asosiasi Pengusaha Desa, Wamendag bahas SRG hingga Trade Expo

ECONOMICS
Ferdi Rantung
Kamis, 01 April 2021 10:38 WIB
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan kerja sama dengan petani dan pengusaha di pedesaan harus diterjemahkan dalam berbagai program konkret.
Berbincang dengan Asosiasi Pengusaha Desa, Wamendag bahas SRG hingga Trade Expo. (Foto: MNC Media)
Berbincang dengan Asosiasi Pengusaha Desa, Wamendag bahas SRG hingga Trade Expo. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan kerja sama dengan petani dan pengusaha di pedesaan harus diterjemahkan dalam berbagai program konkret pemerintah yang berorientasi hasil. Hal ini dikemukan Jerry saat menerima kunjungan dari Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI).

Dalam pertemuan sekitar dua jam, Jerry mendiskusikan beberapa hal yang menjadi perhatian APEDI, salah satunya isu harga jagung di tingkat petani yang cukup rendah. Jerry menawarkan solusi yang selama ini juga selalu didorong oleh Kemendag, yakni pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Kami dari Kemendag, Bapak Menteri Perdagangan dan saya, serta Kepala Bappebti, tidak akan bosan-bosannya menawarkan kepada para petani untuk memanfaatkan yang namanya SRG karena itu banyak manfaatnya," katanya di Jakarta, Kamis (1/4/2021)

Jerry mengemukakan, manfaat dari SRG. Pertama, petani bisa menyimpan komoditinya saat panen raya dan melakukan tunda jual untuk memperoleh harga yang lebih tinggi serta menghindari jeratan tengkulak. Kedua, resinya dapat digunakan sebagai agunan untuk pembiayaan dari berbagai bank baik di daerah maupun nasional. Dan ketiga yang penting juga, SRG ini akan membantu ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga. 

"Jadi, bahkan bukan hanya jagung, tapi banyak sekali komoditi yang bisa disimpan di 123 gudang SRG yang ada saat ini. Dan kita harapkan juga kalau bisa komoditi olahan yang bernilai tambah yang disimpan di situ,” ungkap Jerry.

Dorongan untuk memanfaatkan SRG ini disambut baik oleh Sekjen APEDI, Mochamad Sabdo, yang menyampaikan bahwa saat ini APEDI, memiliki lahan seluas 2000 hektare di Purwakarta, yang rencananya akan digunakan untuk percontohan SRG dan pengolahan berbagai komoditi, seperti kelapa, jagung premium, dan sorgum. 

Sebagaimana diusulkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang mendampinginya, Wamendag juga menyampaikan bahwa bentuk kehadiran pemerintah dalam mengatasi harga jagung yang rendah juga dapat dilakukan dengan mempertemukan petani dengan pengusahan pakan ternak, maupun asosiasi retail untuk menyerap produksi.  

Isu yang sama pentingnya yang juga mengemuka dalam pertemuan yaitu soal akses pasar produk pertanian Indonesia ke luar negeri. Relatif terbatasnya akses petani di desa terhadap informasi ekspor dapat diselesaikan salah satunya melalui koordinasi antara APEDI dengan Kemendag. 

Terkait ini, Wamendag menekankan bahwa kunci keberhasilan ekspor ialah ketersediaan pasokan yang berkesinambungan dan business matching dengan para pembeli di luar negeri. 

“Kami sadar bahwa mendorong petani untuk ekspor ke luar negeri bukanlah hal mudah dan perlu concerted effort dari seluruh pemangku kepentingan. Di kami sendiri, Kemendag setiap tahunnya menggelar event Trade Expo Indonesia," terangnya

Ia menambahkan, tahun ini karena masih pandemi akan diselenggarakan secara virtual tanggal 24-26 Oktober 2021. Di sinilah kesempatan bagi para petani dan pelaku usaha di desa untuk memamerkan bermacam produk yang dihasilkan dan diolah di daerah, dan kemudian menegosiasikan transaksi dengan buyers yang ada di luar negeri. 

"Saya yakin selama produk yang kita tampilkan itu yang terbaik dan kompetitif, buyers pasti akan tertarik membeli,” kata Jerry.

Tidak hanya business matching, Jerry juga mempersilakan para calon eksportir untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pelatihan yang disediakan Kemendag untuk ekspor, termasuk negosiasi harga dengan pembeli di luar negeri.

“Intinya saya ingin tekankan bahwa kami sangat senang kalau petani dan pelaku usaha di pedesaan ingin maju, baik dari segi produksi, pemasaran, penjualan, dan bahkan ekspor. Kami dari Kemendag siap mendukung 100% dan ingin yang konkret-konkret saja," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD