AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Berpotensi Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM Wajibkan AMDK Pasang Label Peringatan

ECONOMICS
Taufan Sukma/IDX Channel
Kamis, 09 Juni 2022 16:31 WIB
BPA sendiri merupakan kode singkatan dari bisphenol A, yaitu kandungan yang umumnya dipakai dalam pembuatan botol kemasan plastik.
Berpotensi Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM Wajibkan AMDK Pasang Label Peringatan (foto: MNC Media)
Berpotensi Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM Wajibkan AMDK Pasang Label Peringatan (foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) baru saja merevisi Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Lewat revisi tersebut, produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat (PC) diwajibkan memasang label peringatan 'berpotensi mengandung BPA'.

BPA sendiri merupakan kode singkatan dari bisphenol A, yaitu kandungan yang umumnya dipakai dalam pembuatan botol kemasan plastik, termasuk yang digunakan dalam produk air kemasan, tak terkecuali galon air isi ulang. BPOM mengantisipasi adanya potensi migrasi kandungan BPA terhadap air minum dalam kemasan, sehingga berbahaya bagi kesehatan peminumnya.

"Kewaspadaan terhadap potensi migrasi ini sudah menjadi perhatian dunia. Bahkan beberapa negara seperti Prancis, Brasil hingga Columbia sudah melarang sepenuhnya penggunaan BPA pada kemasan air minum karena berisiko terjadi paparan senyawa kimia akibat migrasi. Migrasi itu berpotensi memicu penyakit kanker, kemandulan, hingga gangguan fungsi reproduksi," ujar Kepala BPOM, Penny K Lukito, dalam keterangan resminya, Rabu (8/6/2022).

Sedangkan di Indonesia, menurut Penny, persyaratan batas migrasi Bisfenol A pada kemasan plastik PC ditetapkan sebesar 0,6 bagian per juta (bpj atau ppm). Di luar ambang batas tersebut, maka dianggap tidak layak untuk dikonsumsi. Sepanjang tahun 2021 dan 2022, misalnya, BPOM mencatat sedikitnya 3,4 persen sampel pangan di peredaran, terbukti tidak memenuhi syarat batas maksimal migrasi BPA air minum dalam kemasan.

"Hasil uji migrasinya cukup mengkhawatirkan. (Migrasi) Di sarana peredaran sebesar 46,97 persen produk, dan di sarana produksi sekitar 30,91 persen. Sedangkan di sarana produksi kandungan BPA berisiko terhadap kesehatan ditemukan dari lima persen sampel galon baru. Sedangkan di sarana peredaran mencapai 8,67 persen.

"Sehingga dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dan memberikan informasi yang benar dan jujur, BPOM berinisiatif untuk melakukan pengaturan pelabelan AMDK pada kemasan plastik," tegas Penny. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD