AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Bikin Kesal, Dapat Izin Usaha di Gili Trawangan Tapi 20 Tahun Tak Beroperasi

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Senin, 31 Januari 2022 17:45 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membeberkan tingkah laku sebuah perusahaan yang mendapatkan izin usaha di Pulau Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat
Bikin Kesal, Dapat Izin Usaha di Gili Trawangan Tapi 20 Tahun Tak Beroperasi. (Foto: MNC Media)
Bikin Kesal, Dapat Izin Usaha di Gili Trawangan Tapi 20 Tahun Tak Beroperasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membeberkan tingkah laku sebuah perusahaan yang mendapatkan izin usaha di Pulau Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Perusahaan itu mendapatkan izin selama 30 tahun, namun tidak ada satupun usaha uyang dijalankan selama 20 tahun lebih. Namun, mereka tetap berusaha mencari pendapatan sedangkan potensi penghasilan penduduk lokal terpinggirkan.

"Izin invetasi bermasalah termasuk di NTB itu pulau Gili Trawangan, konsesi diberikan ke swasta sebesar 30 tahun," kata Bahlil dalam  rapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022).

Kata dia,  Kementerian Investasi baru tahu perusahaan yang terletak   Gili Trawangan bukan dimiliki oleh masyarakat. Bahlil juga menyesalkan perusahaan swasta yang hanya berusaha mendapatkan pendapatan dari Gili Trawangan tanpa menjalankan usahanya selama lebih dari 20 tahun.

"Itu (Gili Trawangan) bukan punya masyarakat setempat, itu konsesi punya pemda tapi didapat dari salah satu perusahaan di mana perusahaan tersebut sudah 20 tahun lebih tidak menjalankan usaha tapi berusaha mendapatkan pendapatan dari usaha di situ," bebernha

Dia memastkkan sudah menyelesaikan masalah Gili Trawangan tersebut dengan mencabut izin usaha perusahaan tersebut. Menurut Bahlil, kementeriannya akan senantiasa membantu pengusaha yang benar.

"Gubernur (NTB) datang ke kami dan sudah kami cabut dengan berbagai macam dinamika. Bagi kami kepentingan rakyat jauh di atas segalanya. Kalau pengusaha benar kita bantu, tapi kalau pengusaha agak sedikit Abu Nawas gak bisa kita lanjutkan," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD