IDXChannel - Pemerintah mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan transisi energi untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah penjajakan pengembangan bioetanol terintegrasi di Provinsi Lampung yang diharapkan dapat menjadi model pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian dan sumber daya domestik.
Proyek bioetanol yang direncanakan di Provinsi Lampung akan menggunakan konsep multi-feedstock dengan memanfaatkan berbagai bahan baku seperti molases, sorgum, dan limbah biomassa.
Pada tahap awal, proyek percontohan direncanakan mencakup penanaman sorgum varietas Enryu seluas 10 hektare dan pembangunan fasilitas bioetanol berkapasitas 60 KL/tahun. Tahap komersial meliputi penanaman sorgum varietas Enryu seluas 6.000 hektare di Lampung serta pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 60.000 KL/tahun yang ditargetkan dimulai pada kuartal III-2027 dan mulai beroperasi pada kuartal IV-2028.
"Lampung memiliki feedstock paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional. Selain itu, posisinya sangat strategis karena dapat memasok kebutuhan Sumatera dan sebagian Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia. Karena itu, kami menetapkan Lampung sebagai lokasi awal pengembangan ekosistem bioetanol nasional," kata Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (12/6/2026).