Dalam kunjungan lapangan ke Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran dan Desa Rejosari, Kabupaten Lampung Selatan, pemerintah meninjau kesiapan lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan bioetanol terintegrasi.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi bahan baku yang kuat, baik berupa molases tebu, sorgum, maupun limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bioetanol generasi pertama dan generasi kedua (second generation bioethanol).
Selain didukung posisi geografis yang strategis dan infrastruktur logistik yang memadai, proyek ini juga membuka peluang kemitraan antara industri dan petani lokal melalui pengembangan budi daya sorgum sebagai sumber bahan baku tambahan. Pemerintah Provinsi Lampung pun menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan proyek ini guna mempercepat realisasi investasi.
Sebagai tindak lanjut dari deklarasi bersama dan kunjungan lapangan tersebut, para pihak akan mempercepat pelaksanaan studi kelayakan (joint feasibility study), penyusunan perencanaan proyek, pengembangan budi daya sorgum percontohan, serta finalisasi skema pembiayaan dan kemitraan strategis guna memastikan kesiapan implementasi proyek secara menyeluruh.
"Yang ingin kita bangun bukan hanya pabrik, tetapi ekosistem ekonomi. Feedstock ada di sini, logistik ada di sini, masyarakat agrikulturnya juga ada di sini. Tinggal kita maksimalkan. Karena itu mari kita mulai saja. Yang penting proyek ini berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, petani, industri pendukung, serta memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Todotua.
(Dhera Arizona)