Sofyano menjelaskan, pada jaringan kelistrikan berskala besar, sistem pengamanan akan bekerja otomatis ketika terjadi gangguan pada jalur utama guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap jaringan lainnya.
Karena itu, proses normalisasi pasokan listrik harus dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas jaringan dan keamanan sistem secara keseluruhan.
“Dalam sistem sebesar Sumatera, pemulihan memang harus dilakukan secara hati-hati agar jaringan kembali stabil sebelum seluruh pasokan listrik dinormalkan,” katanya.
Selain faktor teknis, Sofyano menilai kondisi cuaca dan gangguan alam juga menjadi tantangan dalam pengelolaan jaringan transmisi dan distribusi listrik nasional.
Menurutnya, penyampaian perkembangan pemulihan secara berkala penting agar masyarakat memahami kondisi di lapangan dan proses penanganan yang sedang berjalan.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan pasokan listrik kembali normal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik,” ujar dia.
(Dhera Arizona)