AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

BLT Rp1,2 Juta Cair, Pedagang Soto di Bekasi: Lumayan Buat Nambah Modal

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Sabtu, 11 September 2021 18:55 WIB
Adapun bantuan ini dikucurkan bagi sejumlah kalangan selain penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM)
BLT Rp1,2 Juta Cair, Pedagang Soto di Bekasi: Lumayan Buat Nambah Modal (FOTO:MNC Media)
BLT Rp1,2 Juta Cair, Pedagang Soto di Bekasi: Lumayan Buat Nambah Modal (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Selama perpanjangan PPKM level 3 di Bekasi, Pemerintah terus menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi sejumlah pedagang kaki lima (PKL), warung, toko kelontong, hingga warteg hingga 13 September 2021. 

Adapun bantuan ini dikucurkan bagi sejumlah kalangan selain penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). 

Pantauan MNC Portal di lapangan menunjukkan sejumlah pemilik warung makan telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sejumlah Rp1,2 juta. 

Dian (56), pemilik warung Soto Betawi di Pasar Poncol, Permata Hijau, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi merasa bersyukur bantuan tersebut masuk ke rekeningnya. 

"Iya, sudah dapat 1,2 juta, alhamdulillah" kata Dian kepada MNC Portal, Sabtu (11/9/2021). Perempuan berkerudung tersebut mengakui dagangannya semakin ramai sejalan dengan dilonggarkannya pembatasan pandemi di Kota Bekasi. 

"Makin ramai bulan-bulan terakhir ini, dagangan juga selalu habis," ujar Dian yang juga menjajakan aneka lauk-pauk siap saji lainnnya. Bantuan tersebut, akan dibuat untuk menambah modal dagangnya. 

"Lumayan, buat nambah modal, buat bayar listrik dan air, sangat terbantu," tuturnya. Berbeda dari Dian, seorang pemilik warung makan tegal 'Mamoka' di Jalan K.H Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sejak bergulirnya pandemi lantaran tidak sempat mendaftarkan usahanya. 

Isti (46) merasa persyaratan yang diberikan rumit dan tidak ada cukup waktu untuk mengurusnya.

"Harus ngurus ini itu ke sana sini, saya sibuk mas," katanya sembari meminta agar tidak direkam secara visual. 

Isti merupakan satu dari sekian pemilik dagangan yang tidak mendapatkan bantuan pemerintah sejak bergulirnya pandemi. Sama halnya seperti Achmad (42), yang MNC Portal temui sedang menjajakan minuman kemasan kepada pelanggan. 

"Tidak tahu caranya, gimana itu mengurusnya? kalau bisa saya dibantu," tuturnya tidak mengetahui cara mengakses informasi adanya bantuan. 

Dirinya mengharapkan agar ada bantuan bagi warung minumannya di pertigaan Jalan Gurame Raya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Seperti diketahui, pemerintah masih menyalurkan BLT sejumlah Rp1,2 juta untuk 1 juta PKL dan pemilik warung. Bantuan ini diberikan bagi pemilik warung atau pedagang yang belum mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). 

Penyaluran dilakukan melalui TNI/Polri dan untuk wilayah PPKM level 3 dan 4. "(Penerima BLT) adalah bukan penerima BPUM, dan lokasi usahanya ada di wilayah PPKM Level 3 dan 4," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (6/9).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD