Dia menambahkan BPDPKS kini memosisikan diri sebagai katalisator yang mempertemukan berbagai pihak untuk membentuk ekosistem inovasi yang terintegrasi.
"Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit memandang bahwa keberhasilan riset tidak cukup diukur dari jumlah publikasi ilmiah, melainkan sejauh mana hasil riset dapat diterapkan langsung oleh petani, diadopsi oleh industri, dikembangkan menjadi teknologi, serta dikomersialisasikan," tuturnya.
Ke depan, katanya, BPDPKS menargetkan pembentukan mata rantai yang utuh dari riset hingga komersialisasi demi memperkuat daya saing Indonesia di pasar global. Hal ini sejalan dengan ambisi pemerintah agar Indonesia tidak hanya menjadi pemimpin dalam produksi minyak sawit mentah, tetapi juga menjadi pelopor dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keberlanjutan.
Eddy menitiberatkan sinergi antara instansi pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan petani menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan hal tersebut.
"Kami ingin mempertemukan instansi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, petani, investor, dan mitra internasional dalam satu ekosistem inovasi yang saling memperkuat untuk membangun Indonesia yang lebih maju," kata Eddy.
(Rahmat Fiansyah)