IDXChannel - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatatkan kinerja keuangan yang terus meningkat. Pada 2025, pendapatan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tercatat mencapai Rp176,11 triliun.
Angka tersebut meningkat dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp165,34 triliun. Peningkatan pendapatan ini dibarengi dengan tingkat kolektibilitas iuran yang mencapai 99,49 persen pada 2025, naik dari capaian 2024 yang sebesar 99,17 persen.
Penerimaan iuran yang optimal dan tingkat kolektibilitas yang tinggi menjamin ketersediaan anggaran untuk membiayai pengobatan peserta. Dana yang dihimpun dari peserta yang sehat digunakan langsung untuk mendanai perawatan medis pasien lain yang membutuhkan bantuan.
"Kita pastikan iuran ini digunakan untuk membantu sesama, mulai dari pembiayaan operasi jantung senilai Rp150 juta, transplantasi ginjal Rp1,2 miliar, kemoterapi kanker, hingga cuci darah seumur hidup," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito dalam paparan publik di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Mekanisme subsidi silang tersebut diimplementasikan pada pembiayaan berbagai kasus penyakit berat. Sebagai contoh, satu tindakan operasi jantung senilai Rp150 juta dibiayai dari gotong royong iuran 4.286 peserta kelas 3.
Sementara itu, satu kali tindakan transplantasi ginjal seharga Rp1,2 miliar membutuhkan kontribusi iuran dari 34.000 peserta kelas 3, dan satu siklus kemoterapi kanker disokong oleh iuran 17.000 peserta kelas 3, yang seluruhnya juga menjamin perawatan cuci darah seumur hidup bagi peserta.
(Febrina Ratna Iskana)