AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp36,4 Triliun ke 2,9 Juta Peserta Sepanjang 2020

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 31 Mei 2021 18:36 WIB
Sepanjang 2020 BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek telah membayar klaim atau pembayaran jaminan sebesar Rp 36,45 triliun kepada 2,9 juta peserta.
BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp36,4 Triliun ke 2,9 Juta Peserta Sepanjang 2020 (FOTO:MNC Media)
BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp36,4 Triliun ke 2,9 Juta Peserta Sepanjang 2020 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sepanjang 2020 BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek telah membayar klaim atau pembayaran jaminan sebesar Rp 36,45 triliun kepada 2,9 juta peserta. Besaran pembayaran klaim meningkat sebesar 22,64 persen. 

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo menyebut, pihaknya mengutamakan pengelolaan dana yang bersih dan akuntabel. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM). Predikat itu diperoleh setelah kantor akuntan publik (KAP) melakukan audit laporan keuangan lembaga sepanjang 2020.  

Dari audit terhadap Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP) tercatat, Aset Dana Jaminan Sosial (DJS) baik terdiri dari Dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) tumbuh hingga 13 persen. 

"Predikat WTM dari kantor akuntan independen merupakan indikasi bahwa pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Sepanjang tahun, selain diawasi oleh KAP Independen, kami juga diawasi secara ketat oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ujar Anggoro, Senin (31/5/2021).  

Dia mencatat, langkah itu dilakukan semata-mata untuk meyakinkan seluruh peserta dan stakeholder bahwa dana peserta yang sangat besar dikelola dengan sangat baik, prudent dan transparan untuk dikembalikan kepada peserta dengan hasil yang optimal.  

Dengan capaian tersebut, Anggoro merasa masih bisa dan perlu dilakukan peningkatan di berbagai aspek, seperti peningkatan kapasitas layanan kepada peserta dan akuisisi atau coverage kepesertaan hingga 37 juta tenaga kerja aktif. 

BPJS Ketenagakerjaan akan fokus pada inisiatif strategis pada 2021 dan tahun-tahun mendatang. Fokus itu untuk mengimplementasikan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sesuai mandat dari Undang-undang Cipta Kerja dan melakukan optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 untuk meningkatkan coverage kepesertaan. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD