AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

BPOM Eropa Beri Izin Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson Sebagai Booster

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Kamis, 16 Desember 2021 11:48 WIB
Badan Regulator Obat Unie Eropa telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson.
Badan Regulator Obat Unie Eropa telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson. (Foto: MNc Media)
Badan Regulator Obat Unie Eropa telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson. (Foto: MNc Media)

IDXChannel – Badan Regulator Obat Unie Eropa telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson sebagai suntikan booster. Suntikan tersebut dapat digunakan dua bulan setelah dosis pertama diberikan atau setelah menerima vaksin mRNA lainnya.

Vaksin Johnson & Johnson merupakan vaksin ketiga yang disetujui di Eropa  oleh agensi yang berbasis di Amsterdam setelah vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk booster orang dewasa.

“Komite obat-obatan manusia (CHMP) EMA telah menyimpulkan bahwa dosis penguat vaksin Covid-19 Johnson & Johnson dapat dipertimbangkan setidaknya dua bulan setelah dosis pertama pada orang berusia 18 tahun ke atas," kata pengawas dikutip Channel News Asia (CNA), Kamis (16/12/2021).

"Dosis booster dengan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson  dapat diberikan setelah dua dosis dari salah satu vaksin mRNA yang disahkan di UE," tambahnya.

EMA menyatakan saat ini pihaknya belum melaporkan adanya efek samping yang ditimbulkan setelah menerima vaksin Johnson & Johnson. Namun, EMA masih akan tetap memantau perkembangannya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD