Kinerja tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang mencapai USD244,75 miliar atau tumbuh 7,07 persen. Sementara itu, ekspor migas tercatat sebesar USD11,81 miliar atau turun 17,64 persen.
Khusus pada November 2025, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD22,52 miliar. Angka ini turun 6,60 persen dibandingkan capaian November 2024.
Dari sisi negara tujuan, China masih menjadi mitra dagang utama dengan nilai ekspor nonmigas mencapai USD58,24 miliar atau naik 6,42 persen. Peningkatan ekspor nonmigas juga tercatat ke Amerika Serikat, ASEAN, dan Uni Eropa, sementara ekspor ke India mengalami penurunan.
Secara kumulatif periode Januari–November 2025, nilai ekspor batu bara tercatat turun 20,27 persen. Sebaliknya, nilai ekspor CPO dan turunannya justru naik 19,15 persen, meskipun volume ekspor pada November 2025 menurun, yang mengindikasikan penguatan harga rata-rata komoditas di pasar global.
(Rahmat Fiansyah)