sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BSI Resmikan Outlet Prioritas Untuk Nasabah Beraset Mulai Rp500 juta

Economics editor Shifa Nurhaliza
13/01/2022 11:00 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen terus meningkatkan layanan untuk semua segmen nasabah tak terkecuali bagi nasabah prioritas.
BSI Resmikan Outlet Prioritas Untuk Nasabah Beraset Mulai Rp500 juta. (Foto: Bank Syariah Indonesia/Adv)
BSI Resmikan Outlet Prioritas Untuk Nasabah Beraset Mulai Rp500 juta. (Foto: Bank Syariah Indonesia/Adv)

Hery menambahkan melalui layanan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan aset nasabah sehingga memberikan kemaslahatan bagi keluarga dalam hal waris serta manfaat yang berkelanjutan melalui pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

“Kehadiran BSI Prioritas diharapkan menjadi kebaikan bagi nasabah dan masyarakat, dimana aset finansial dapat dikelola dengan baik sehingga tidak hanya bertumbuh, tapi juga memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan kepada nasabah,” ujar Hery menekankan.

Hery pun mengatakan BSI optimistis bahwa aset kekayaan yang dimiliki oleh segmen prioritas dapat memberikan nilai lebih dari sisi penyaluran ZISWAF kepada kaum yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan kehadiran BSI yang memiliki keunikan produk, inklusif, modern dan terdigitalisasi dengan prinsip Syariah.

BSI Dukung Program Tax Amnesty

Sementara itu, BSI juga mendukung Program Pengungkapan Sukarela (PPS) Wajib Pajak (Tax Amnesty Jilid II) yang mulai diberlakukan pemerintah awal tahun ini. Untuk itu, melalui Outlet Prioritas, BSI juga akan membantu mensosialisasikan program tax amnesty dengan cara menyediakan fasilitas konsultasi tentang perpajakan. Sehingga nasabah prioritas dapat melaporkan dan membayarkan pajaknya, selain memperoleh layanan pengelolaan dana secara komprehensif.

Kebijakan pemerintah menetapkan Tax Amnesty Jilid II memberikan peluang pertumbuhan bagi bisnis private wealth management. “Dari penyelenggaran program Tax Amnesty ini menciptakan lebih banyak peluang dari segmen wealth di Indonesia untuk tumbuh lebih optimal,” tutup Hery. (Adv)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement