AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Bukan Berhemat, Pemda Malah Belanja Kertas hingga Rp811 M & Toner Rp567 M

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Kamis, 02 September 2021 10:58 WIB
Kementerian Dalam Negeri mengomentari ulah pemerintah daerah (pemda) yang melakukan belanja kertas hingga mencapai Rp811,33 miliar.
Bukan Berhemat, Pemda Malah Belanja Kertas hingga Rp811 M & Toner Rp567 M. (Foto: MNC Media)
Bukan Berhemat, Pemda Malah Belanja Kertas hingga Rp811 M & Toner Rp567 M. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochamad Ardian, mengomentari ulah pemerintah daerah (pemda) yang melakukan belanja kertas hingga mencapai Rp811,33 miliar.

“Belanja kertas se-Indonesia itu nilainya Rp811,33 miliar. Bayangkan! Ini data yang kami punya. Belanja kertas provinsi, kab/kota seluruh Indonesia Rp811,33 miliar. Jadi kalau dilihat satuannya 13,06 juta rim,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (2/9/2021).

Di saat yang sama belanja kertas akan dibarengi juga dengan belanja toner. Dimana belanja toner pemda seluruh Indonesia mencapai Rp567,69 miliar dengan jumlahnya mencapai 1,6 juta buah/paket.

“Angka yang bisa dikatakan cukup besar. Di sini kita lihat pembagiannya. Dimana kalau belanja kertas provinsi Rp102,29 miliar, Kabupaten/kota Rp709,04 miliar. Sedangkan belanja toner provinsi Rp101,55 miliar dan kabupaten/kota Rp466,14 miliar,” paparnya.

Ardian mengatakan bahwa adanya pandemi Covid-19 telah mengubah budaya kerja pemerintah. Dengan teknologi, setidaknya penggunaan kertas seharusnya dapat dikurangi sehingga anggaran dapat dirasionalisasi.

Dia pun berharap pada tahun 2022, pemda bisa memberikan perhatian agar belanja yang sifatnya konsumtif bisa dirasionalisasikan.

“Dengan teknologi tentunya seharusnya belanja-belanja yang sifatnya konsumtif seperti yang ada di data bisa dirasionalkan,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD