Alih-alih mengandalkan kebijakan moneter yang penuh risiko tersebut, Ajib menyarankan agar pemerintah lebih dapat ,mengimbanginya dengan pendekatan sektor fiskal, yang diyakini memiliki daya ungkit maksimal terhadap sektor intervensi.
Dengan demikian, bukannya berpotensi terpangkas, perekonomian nasional diyakini justru dapat tumbuh dengan lebih baik.
Terakhir, lanjut Ajib, rekomendasi yang diberikan adalah terkait kinerja sektor riil. Ajib menyebut pemerintah seharusnya lebih memperhatikan sektor riil agar investasi yang mengalir mampu menyerap tenaga kerja dengan maksimal.
"Nah, ketika pemerintah bisa menjaga stabilitas dari sektor konsumsi ini, maka Saya pikir 2023 kita menghadapi potensi yang cukup baik. Memang pertumbuhan ekonomi akan cenderung melandai ketika dibandingkan 2022, tetapi Saya yakin ekonomi kita masih bisa tumbuh positif, bahkan angka 4,9 smpe 5,1 persen masih akan dapat tercapai," tegas Ajib. (TSA)